Jokowi yang Digadang – gadangkan

Pasti sebelumnya sudah pada tahu kalau Gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu Pak Joko Widodo atau yang akrab disapa Pak Jokowi sedang gencar buat digadangkan – gadangkan menjadi the Next President pada pemilu Indonesia tahun ini. Bahkan partai yang dimana Jokowi berasal pun juga melakukan hal yang sama. Ini hanya opini sederhana saya saja sih yang menganggap bila benar Jokowi akan ikut dalam pemilihan capres Pemlilu tahun ini maka itu merupakan suatu keputusan yang sangat terburu – buru dan kurang bijak. Ya, saya takut bila ini benar – benar terjadi. Bukannya saya skeptis, Cuma bagaiamana beliau bisa menyalonkan diri menjadi capres tahun ini disaat rakyat Jakarta masih benar – benar membutuhkan beliau. Saya rasa pula saat ini fokus Pak Jokowi pun masih seratus persen tercurahkan untuk Jakarta dan belum memikirkan Indonesia secara keseluruhan. Apakah beliau sudah siap dengan hal itu? Nyapres bukanlah sekedar nyapres tapi diharuskan untuk tahu mengetahui kondisi psikologis yang terjadi di negeri ini secara menyeluruh. Apakah Pak Jokowi sudah mempelajari hal itu?

Biografi Joko Widodo - Jokowi

Serius banget Pak wajahnya. Lagi mikirin apa Pak? Haa

Bukankah lebih baik bila beliau memfokuskan diri penuh terlebih dahulu untuk Jakarta. Karena penanganan Jakarta juga tidak sembarangan dan dibutuhkan orang yang serius seperti Pak Jokowi untuk menjinakkan Jakarta yang pelik ini. Jujur saya tidak setuju bila beliau menyalonkan diri menjadi Presiden Indonesia untuk pemilu tahun ini. Karena bila itu terjadi maka Jakarta mau di kemanain? Saya tahu sebenarnya Pak Jokowi memang memiliki hasrat terpendam untuk memimpin negeri ini. Tapi jangan sampai deh beliau jadi salah langkah karena takutnya nanti beliau malah ngecewain warganya sendiri karena belum siap memimpin negara ini. Kayak enggak tahu aja orang – orang di sini gimana.

Bicara mengenai sosok Jokowi, jujur saya salut dengan kesungguhan dan kesederhanaan beliau. Saya dulu pernah bertemu dengan beliau secara langsung saat masih menjabat sebagai Walikota Solo. Beliau adalah orang yang sangat ramah dan berdedikasi. Beliau banyak memberikan saran dan arahan untuk saya dan teman saya yang kala itu bertemu beliau dalam rangka pengajuan dukungan kegiatan guna keberangkatan kami ke Filiipna dalam menghadari konferensi pemuda di sana. Beliau bukanlah sosok pemimpin yang menggembar – gemborkan biroraksi bila ingin bertemu. Semuanya mudah dan tidak dipersulit. Sungguh seorang pemimpin yang baik. Bener – bener salut deh sama beliau. Sebelumnya tidak terbayangkan oleh saya bahwa beliau bisa menjadi orang nomor satu di DKI ini. Ah jadi ingat, beberapa tahun silam beliau pernah diejek oleh Gubernur Jawa Tengah dimana dengan sombongnya Gubernur itu mengatakan bodoh kepada Pak Jokowi. Namun Pak Jokowi tidak ambil pusing dengan ejekan tersebut. Dan sekarang bukti kesabaran beliau bisa dilihat oleh kita semua, beliau disukai dan dihargai betul oleh masyarakatnya.

Nah sekarang kembali ke bahasan awal, saya hanya menginkan Jakarta yang lebih baik. Saya memang bukan warga Jakarta, namun saya bekerja di Jakarta. Jadi saya tahu bagaimana kodisi Jakarta yang carut marut saat ini. Bukan Cuma sampah, banyak banget fasilitas publik di Jakarta yang terabaikan. Udah gitu perawatan atau improvisasi fasilitas pun masih kurang banget di sini, akibatnya ya gtu deh banyak faslitas yang Cuma awalnya aja bagus tapi sesudahanya malah enggak terawat sama sekali. Belum lagi dengan masalah Jakarta lainnya yang masih saja pelik. Terkadang saya dibuat heran dengan sebagian orang atau oknum yang ingin menggagalkan program pemerintah yang jelas – jelas program itu akan memberikan dampak positif bagi mereka. Saya tidak tahu apakah ketidak setujuan mereka beralasan atau tidak. Cuma memang untuk sebagian pihak yang ‘tidak setuju’ itu juga harus diberikan jalan keluar bagi mereka karena pemimpin juga harus menjamin kesejahteraan rakyatnya. Harus bisa saling berimbang lah. Kadang aneh aja sih di saat negara lain di dunia sudah pergi ke bulan, sementara kita di sini masih saja meributkan MRT atau Monorail yang (saat kepemimpinan DKI sebelumnya) enggak jelas juntrungannya. Sebaiknya pemimpin memang harus memberikan solusi sehat yang dampaknya bisa dimanfaatkan terus oleh rakyatnya, salah satu yang sudah ada mungkin Busway TransJakarta (walaupun kondisi fisiknya saat ini sudah sangat usang) –semoga MRT/Monorail benar – benar bisa terealisasi.

transjakarta-bus-infospotlite.blogspot.comBusway Jakarta yang lagi narik penumpang

Oiya di beberapa titik di Jakarta saat ini sedang dibangun city walk atau trotoar yang ditujukan bagi para pejalan kaki. Walau pembangunannya terkesan telat, tapi kita harus menghargai usaha itu karena setidaknya pemerintah serius dalam memperhatikan hak – hak pejalan kaki yang saat ini sudah terabaikan. Kalau kita bisa belajar dari negara lain, sebenarnya pejalan kaki lah yang menjadi raja di jalanan. Banyak pengendara motor/mobil di luar negeri menghormati betul para pejalan kaki di sana dengan tidak menyerobot apa yang sudah menjadi hak mereka di trotoar. Semoga kita bisa belajar dari hal itu. Satu hal lagi, kita pasti sering dong melihat ada garis kuning yang melintas panjang di trotoar dengan pola yang mengikuti trotoar tersebut. Garis tersebut difungsikan dan ditujukan bagi para pejalan kaki tuna netra. Di dalam garis kuning itu juga sengaja dibuat motif atau pola timbul yang digunakan sebagai tanda sehingga dapat memudahkan jalan bagi para pejalan kaki tuna netra dalam menentukan arah. Bahkan di luar negeri, garis kuning itu hampir ada di setiap detail sudut kota bahkan sampai di platform atau stasiun bawah tanah sekalipun. Kalau yang saya lihat, garis kuning di Jakarta itu belum maksimal banget dan hanya ada di sebagian tempat atau beberapa spot trotoar saja. Padahal garis kuning itu penting loh. Selain garis kuning, sebenarnya ada cara lain yang bisa digunakan untuk memudahkan para pejalan kaki tuna netra, salah satunya adalah dengan memberikan lantunan lagu atau musik saat lampu merah (traffic light). Saat sedang lampu merah, lagu atau musik tersebut akan menyala dengan otomatis sehingga itu bisa menjadi pertanda bagi para pejalan kaki tuna netra ketika ingin menyebrang jalan. Itulah hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan fasilitas umum dengan tidak melupakan hak – hak kaum disable yang juga harus mendapatkan kenyamanan fasilitas yang sama seperti kita.

jalurtunanetra1_5

231020133607Kondisi track trotoar untuk pejalan kaki tuna netra (see garis kuning di tengah)

083657_sepeda3Track garis kuning di luar negeri (di Jepang deh ini kayaknya)

Itu deh seklumit doa dan harapan yang bisa dipinjatkan guna kebaikan Jakarta ke depannya dengan tidak melupakan aspek – aspek sederhana itu yang saya rasa Pak Jokowi pasti bisa membuktikan hal tersebut. Jakarta bukan saja harus mejadi lebih aman, lebih nyaman, dan lebih hijau tapi Jakarta juga harus lebih equal dan lebih fair dalam memanjakan penghuninya. Semoga Jakarta bisa jadi lebih baik.

Salam,

Putri Permatasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s