Jalan – jalan ke PANGANDARAAAAAAN …!!!!

Yihaaa. Siapa yang akan menyangkan kalau saya akhirnya bisa jalan – jalan  ke Pangandaran selepas kerja dari Ciamis. Dan Alhamdulillah akhirnya saya berkesempatan juga pergi ke sana haha. Jadi setelah urusan kerjaan selesai di Ciamis, tiba – tiba terpikir oleh saya, “Kenapa enggak sekaligus aja saya lanjutin perjalanan ke Pangandaran?” Lagijuga sudah sampai di sini dan kapan lagi coba saya bakalan dipertemukan dengan kondisi secocok ini buat jalan – jalan ke Pangandaran. Akhirnya saat itu juga dengan tekad yang kuat saya pun langsung tancap gas ke Pangandaran (langsung dari Ciamis boo!).

image(5)Ke Pangandaran tapi cuma punya baju dan sepatu yang warnanya hijau doang haha

image(6)Beginilah keadaan di Pantai kala itu

Ternyata walaupun dari Ciamis, perjalanan ke Pangandaran tuh sangaaat jauh dan cukup melelahkan, hampir memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan belum lagi dengan jalannya yang kelak – kelok! Perjalanan yang saya tempuh awalnya dilakukan pada pukul 12 siang. Saat keluar dari Hotel Priangaran Ciamis, tempat saya menginap di Ciamis, saya mencegat angkot dari depan hotel tersebut menuju terminal Ciamis. Oiya sedikit informasi aja, kalau dari hotel itu ingin menuju terminal Ciamis, kita bisa menggunakan angkot bernomor apapun kecuali nomor 07 karena arah angkotnya tuh beda. Saat itu saya menggunakan angkot bernomor 01. Sesampainya di terminal, saya langsung naik bus jurusan Ciamis – Banjar – Pangandaran. Biaya menggunakan bus tersebut cukup murah yaitu Rp. 25.000,-/orang. Saya sendiri pada dasarnya senang kalau jalan – jalan naik bus karena bisa menghabiskan waktu di jalan sambil melihat kota – kota sekitar. Saya jadi ingat dulu ketika masih jadi mahasiswa, pada tahun 2009 saya dan teman – teman pernah melakukan ekspedisi perjalanan dari Yogyakarta menuju Banyuwangi (Taman Nasional Alas Purwo) dengan menggunakan bus. Perjalanan yang ditempuh kala itu memakan waktu hingga 15 jam! Namun saya senang karena bisa menikmati kota – kota disepanjang jalan mulai dari Propinsi DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur (bahkan untuk beberapa orang ada yang sampai ke Bali loh).

 

Oke lanjut ke Pangandaran, kira – kira kemarin saya sampai di Pangandaran itu jam 3 sore kurang lah. Lumayan jauh kan? Selama di jalan, pemandangannya pun gak jauh beda dengan pemandangan kota – kota di Jawa Barat lainnya. Masih dengan sawah  dan kebun – kebun di pinggir jalan. Cuma rada aneh sih, sejujurnya saya pernah mengunjungi Pangandaran sebelumnya tepatnya saat saya masih kecil, kalau enggak salah sih pas tahun 1992 silam, itupun pas lagi ikut jalan – jalan kantor ayah saya. Pemandangan kala itu tidak jauh berbeda dengan yang sekarang ini. Lantas saya langsung berpikir koq kondisi di sepanjang jalan menuju Pangandaran tuh enggak ada perubahan sama sekali ya dari dulu sampai sekarang? Rumah – rumahnya masih sama dan tidak ada perubahan sama sekali bahkan ada beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan. Pemerintah di sini koq ya aneh sudah tahu Pangandaran tuh kota wisata tapi koq ya keadaan sekitarnya masih dibiarin sama aja kayak waktu dulu saya pertama kali berkunjung ke sini? Bahkan kondisi fisik jalannya pun koq bisa – bisanya sampai berlubang gitu. Kalau kayak gini siapa yang aneh coba?

Ohya selama menuju Pangandaran dari Banjarsari (kota setelah Banjar), ada kota yang namanya Padaherang, nah di sana tuh jalannya agak berlubang dan sedang dilakukan beberapa perbaikan jalan sehingga membuat perjalanan saya sedikit tersendat. Tapi itu Cuma sebentar aja koq setelah itu perjalanan mulus kembali. Sesampainya di terminal Pangandaran saya langsung naik becak buat cari penginapan sekitar. Alhamdulillah akhirnya dapet jugalah penginapan yang dimaksud. Kondisinya pun cukup baik dan nyaman. Sebenarnya penginapan ini lebih logis bila disebut sebagai losmen atau pondokan karena fisik bangunannya yang menyerupai kost – kostan.  Awalnya harga yang ditawarkan oleh penjaga pondok ini adalah Rp. 350.000,-/malam, namun akhirnya saya tawar sehingga bisa deal menjadi Rp. 250.000/malam. Sebenarnya harga ini terbilang mahal karena masih banyak tarif hotel yang harganya jauh di bawah ini. Cuma karena perjalanan ini masuk kategori dadakan dimana saya juga baru kembali ke Pangandaran setelah sekian belas tahun lamanya tidak ke sana lagi alhasil membuat saya buta akan Pangandaran yang sekarang. Penginapan inipun merupakan saran dan rekomendasi dari tukang becak yang mengantarkan saya dari terminal Pangandaran tadi. Lokasi penginapan saya tuh dekat dengan Pantai Barat Pangandaran, tinggal jalan ke belakang sedikit terus nyebarang deh dan kita sudah sampai di Pantai Barat Pangandaran.

image(7)Tuh kudanya ikutan nimbrung dipoto juga…

Sesampainya di Pantai ternyata waktu sudah sore dan saya pun langsung jalan – jalan mengelilingi pantai itu. Bahkan saya sempat jalan – jalan naik kuda loh. Oiya harga ngiterin pantai naik kuda itu Rp. 25.000,- lumayan lah nyobain jalan – jalan ngiterin pantai sambil naik kuda. Saya ingat betul terakhir kali saya naik kuda itu ketika masih SD, itupun pas lagi di Bandung. Oiya mas – mas tukang kuda itu bilang kalau di seberang Pantai Pangandaran ada namanya Pantai Pasir Putih, tempatnya enak banget kita bisa santai disana. Untuk ke sana kita bisa menyewa perahu yang dikenakan biaya per orangnya itu Rp. 20.000,-. Tapi karena waktu sudah sore saya pun mengurungkan niat untuk ke sana. Selama di Pantai Barat Pangandaran, saya Cuma jalan – jalan di pinggir pantai aja sembari berpoto – poto ria. Oiya selama di pantai kemarin saya tidak berenang loh karena ombak nya lagi serem banget jadi agak takut aja buat mandi atau berenang di sana haha.

Pantai Pangandaran itu sebenarnya bagus apalagi di pingirnya ada bukit – bukit karang gitu. Namun sangat disayangkan itu semua tidak terawat dengan baik karena banyak banget saya temuin sampah berserakan di pinggir pantai. Udah gitu sampahnya tuh kayak plastik, botol minum plastik, kardus, sterefoam, kertas dll. Uuh jengah banget deh lihatnya! Tau sendiri kan sampah model gitu kan perlu ratusan tahun buat terurainya. Entah dari mana asalnya tuh sampah, tetap aja itu namanya sampah dan perlu dibersihkan. Benar –benar sangat disayangkan kalau tempat wista semenarik Pangandaran harus tercemar dengan sampah karena banyak dari pengunjung atau penjual yang tidak bertanggung jawab. Kalau dipikir – dipikir pemerintah di sana enggak mungkin dong kekurangan dana apalagi saat ini Pangandaran sudah pisah kabupaten dengan Ciamis. Pendapatan yang di dapat dari tourism Pangandaran pun pasti sangat besar dan bisa dong digunakan untuk meningkatkan fasilitas masyarakat yang ada di sana seperti disediakannya bak – bak tong sampah sehingga pengunjung atau penjual di sana pun tidak buang sampah sembarangan.

Karena waktu sudah semakin sore ditambah dengan ombak yang sangat tidak bersahabat, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke penginapan sembari mencari cemilan buat makan malam. Sebenarnya bukan cemilan sih, lebih tepatnya itu adalah makanan berat hahaa. Pas lagi cari – cari makanan berat di sana, saya tiba – tiba kecantol sama papan nama yang bertuliskan “Fresh Seafood” yang dipajang di salah satu rumah makan di sana. “Ehh Halooo… ini Pangandaran yaa masak iya di suasana pantai kayak gini gw harus makan di warteg lagi, sekali – kali nyobain seafood lokal boleh dong?!” Iyaaa boleh banget! Haha. Karena penasaran akhirnya saya pun makan malam di sana. Oiya nama warung makan – nya tuh Warung Nasi “SEDERHANA” Fresh Seafood. Bener kan tuh tulisannya Fresh Seafood. Walaupun rumah makan ini namanya “SEDERHANA”, harapan saya sih semoga harganya enggak se – alayihim (baca: mahal) rumah makan padang yang punya nama serupa itu.

image(8)Bener kan tuh tulisannya Fresh Seafood “SEDERHANA”!

Rumah makan ini menjual beragam makanan seafood seperti udang saus tiram, cumi – cumi tepung, cumi – cumi mentega, ikan kakap pedas, Ikan Bakar, kepiting saus tiram, kepiting saus padang, tumis kangkung, dll. Saat itu saya memesan Kepiting Saus Tiram, Cumi – cumi tepung, Ikan Kakap Bakar, Tumis Kangkung dan minumannya adalah Es kelapa pakai batok. Haha banyak ya makan saya (*jadi malu*), harap maklum saat itu lagi kalap jadi saya makannya banyak begini deh (halah biasanya juga makan lu banyaaak kali put –ups- *enggak jadi malu deh*).

image(9)Gasp O.o

Seafood yang saya pesan di rumah makan itu enak – enak semua deh. Mulai dari kepiting saus tiram, cumi – cumi tepung, ikan kakap bakar, sampai tumis kangkung nya itu enak semua. Mantablah. Tempatnya juga lumayan nyaman loh dari bambu – bambu gitu, walaupun letaknya itu di pinggir jalan percis. Selepas menyantap makan malam, saya pun kembali ke penginapan tempat saya menginap untuk segera istirahat karena esok harinya saya harus melakukan perjalan pulang kembali ke Jakata. Jalan – jalan ke Pantai Pangandaran kemarin benar – benar seru karena saya sebelumnya sama sekali tidak merencanakan buat pergi ke sana. Benar – benar seru deh semoga suatu saat nanti saya bisa kembali ke Pangandaran dan melakukan perjalanan yang lebih keren lagi misalnya ke Grand Canyon mungkin. Kemarin saya belum sempat main ke sana karena tempatnya yang lumayan jauh dari Pantai, ditambah lagi dengan waktu yang amat sangat mepet. Alhasil kemarin enggak berhasil deh main ke Grand Canyon Pangandaran. Tapi saya berkeyakinan banget suatu saat nanti saya pasti bisa main ke sana!

Terima kasih,

Putri Permatasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s