Working Trip to Ujung Kulon (UK)

Awal bulan Juli lalu tepatnya pada saat minggu pertama bulan puasa kemarin, saya ditugaskan dari kantor untuk mencari data dan informasi terkait Model Desa Konservasi (MDK) di Ujung Kulon yaitu tepatnya di Desa Tamanjaya dan Desa Ujungjaya. Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya sih ke UK alias Ujung Kulon, karena dulu waktu saya masih kecil pernah diikutkan dalam perjalanan keluarga dari kantor ayah saya ke daerah Ujung Kulon seperti Tanjung Lesung, Pantai Anyer, dan Pantai Carita. Cuma kalau mendatangi desa yang ada di Ujung Kulon sekaligus Balai Taman Nasional Ujung Kulon itu merupakan pengalaman pertama bagi saya. Ada suatu kepuasan tersendiri bagi saya mendatangi desa dan balai taman nasional tersebut karena selain ini merupakan tugas kantor, impian saya adalah ingin mengunjungi taman nasional dan melihat situasi dan kondisi yang ada di sana. Maka saat ditugaskan ke sana, sayapun sangat senang sekali.

ImagePoto diambil saat mau memasuki Desa Tamanjaya, tepatnya di LSM YABI (Yayasan Badak Indonesia) – Rhino Monitoring and Protection Unit

Perjalanan dari Jakarta menuju Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) yang berlokasi di daerah Labuan memakan waktu sekitar 4 jam. Sedangkan dari Labuan menuju Desa Tamanjaya dan Desa Ujungjaya memakan waktu 2 sampai 3 jam perjalanan. Tujuan desa pertama saya adalah Desa Tamanjaya sedangkan tujuan desa kedua-nya adalah Desa Ujungjaya. Perjalanan yang cukup jauh ditambah dengan kondisi fisik jalan menuju desa – desa tersebut yang agak berat. Rute perjalanan yang bisa saya ambil menuju BTNUK yaitu dari Jakarta (via Tol Cijago –> Tol Cawang –> Tol Karang Tengah) -> kemudian Tol Serang Timur –> Pandeglang –> Labuan (kantor BTNUK berlokasi). Kemudian dari Labuan –> Desa Tamanjaya –> Desa Ujungjaya. Jadi total perjalanan menuju desa Tamanjaya dan desa Ujungjaya adalah sekitar 6 – 7 jam perjalanan. Ketika sampai di balai taman nasional, waktu sudah mulai sore sehingga saya disarankan untuk beristirahat di Mess Badak yang lokasinya tak jauh dari balai tersebut. Kemudian saat pagi tiba, saya yang ditemani oleh perwakilan pendamping dari balai siap berangkat menuju desa. Selama perjalanan menuju desa, saya dimanjakan dengan pemandangan laut yang menggiurkan. Ingin rasanya saya pergi ke pantai tersebut, namun apadaya karena ini adalah adalah tugas kerja maka sayapun harus melaksanakan tugas saya dengan baik. Seperti apa yang sudah saya katakan sebelumnya, kondisi jalan menuju Desa Tamanjaya cukup berat dan berlubang.

ImageJalan menuju Desa Tamanjaya yang rusak dan berlubang

Di TNUK sendiri ada tiga desa yang menjadi Model Desa Konservasi (MDK), yaitu Desa Tamanjaya, Desa Ujungjaya, dan Desa Kertamukti. Desa Tamanjaya dan Desa Kertamukti merupakan desa yang paling awal dibentuk menjadi MDK, yaitu mulai dirintis pada tahun 2008 untuk kemudian dieksekusi setahun kemudian, yaitu tahun 2009. Sedangkan Desa Ujungjaya dibentuk pada tahun 2011 sehingga masih baru. Desa Tamanjaya dan Desa Kertamukti merupakan desa yang sama – sama dibentuk pertama kali untuk MDK. Hanya saja pemilihan untuk evaluasi MDK jatuh kepada Desa Tamanjaya. Hal ini disebabkan penetapan Desa Tamanjaya untuk menjadi MDK itu lebih dulu dibandingkan dengan Desa Kertamukti; dan memang dari tugas kantor, saya sudah ditugaskan dari awal untuk mengevaluasi MDK di Desa Tamanjaya. Sedangkan Desa Ujungjaya juga dilakukan pengevaluasian karena desanya yang masih baru sehingga akhirnya diputuskan untuk kegiatan evaluasi MDK ini dilakukan di dua desa tersebut. Evaluasi MDK inipun dilakukan dengan beberapa parameter yaitu dengan menggunakan matriks UPT dan masyarakat, data kuisioner, data monografi, dan data kebutuhan konsumsi masyarakat.

ImageIni adalah salah satu penampakan Pantai Tamanjaya di kala pagi hari. Bagus pantainya !

Kerja lapangan di saat bulan puasa ditambah dengan kondisi desa yang dekat dengan pantai semakin menambah derasnya guyuran keringat di badan. Tapi hal itu bukanlah masalah bagi saya. Seorang forester memang harus kuat bekerja di kondisi manapun.

ImageKantor seksi di Desa Tamanjaya percis di depannya itu adalah Pantai Tamanjaya

Setibanya di Desa Tamanjaya, sayapun langsung menjalankan tugas dan misi saya. Saya mencari responden dari beragam masyarakat yang ada di sana sehingga diharapkan data yang terkumpulpun akan beragam pula. Kaitannya dengan masyarakat, responden, dan informan ini mengingatkan saya kembali dengan kerjaan saya ketika di Kalimantan kemarin (bisa lihat di sini: Field Duty in Kalimantan). Desa Tamanjaya merupakan desa yang berlokasi di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Desa ini bersinergi erat dengan wisata seperti pengusahaan kapal, pendamping lokal, pengrajin, jasa homestay, pantai, dll. Masyarakat yang saya temui di desa inipun sangat ramah dan terbuka. Walaupun dari penjelasan mereka terlihat sekali bahwa program MDK harus segera ditingkatkan guna keterlibatan dan kesuksesan program serta masyarakat yang ada di sana. Di sana saya juga menemukan pengrajin patung badak dan pengrajin tukik yang terbuat dari batok kelapa serta di sana juga ada beberapa sukarelawan masyarakat yang mengajar di taman bacaan yang memang disediakan di sana. Selama bekerja di sana saya menginap di kantor seksi yang lokasinya berhadapan langsung dengan Pantai Tamanjaya. Pantai tersebut sangat indah terlebih saat pagi dan menjelang sore hari. Namun ada hal yang membuat saya heran kenapa pantai itu selalu terlihat sepi dan jarang sekali orang – orang mandi di sana. Begitu saya tanyakan ke pendamping saya ternyata di pantai itu kerap ada buayanya terlebih saat pagi hari sehingga membuat orang – orang jadi takut untuk bermandi di pantai itu. Oh begitu, pantas saja. Hiiii seram juga ya kalau ada buaya-nya.

Setelah selesai dengan Desa Tamanjaya, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Ujungjaya. Sama dengan Desa Tamanjaya, Desa Ujungjaya ini berlokasi di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Menurut keterangan pendamping saya, Desa Ujungjaya merupakan desa paling ujung yang ada di Jawa Barat. Karena letaknya paling ujung itulah maka nama desa tersebut adalah Desa Ujungjaya. Kondisi fisik pemukiman yang ada di desa ini didominasi oleh rumah – rumah yang beratapkan rumbia. Jujur saya prihatin ketika melihat itu. Terlebih letak pemukiman mereka yang cukup jauh dan terpencil sehingga membuat akses dan pemenuhan kebutuhan pokok mereka menjadi semakin terbatas. Saya berharap semoga kegiatan MDK atau kegiatan lainnya di desa bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di sana. Hal ini memang tidak mudah tetapi semoga dengan adanya peningkatan dan perbenahan kegiatan, dalam hal ini yaitu MDK, semoga saja itu bisa dilakukan dengan baik sehingga kesejahteraanpun bisa dirasakan oleh semua pihak termasuk masyarakatnya.

Itulah seklumit cerita mengenai perjalanan saya menuju Taman Nasional Ujung Kulon. Sebenarnya kurang puas sih karena saya belum menjelajah negeri UK (Ujung Kulon) secara keseluruhan. Saya masih penasaran dengan yang ada di Handeleum, Pulau Peucang, Panaitan, dll. Saya betul – betul ingin mengetahui kegiatan dan program – program yang ada di Taman Nasional di Indonesia ini. Ingin melihat bagaimana mereka merencanakan dan memformulasikan suatu kegiatan yang nantinya bisa berguna bagi orang banyak. Semoga bermanfaat.

>> Beberapa parade poto di Desa Tamanjaya dan Desa Ujungjaya, Ujung Kulon

Image

Poto para pengarjin tukik dari batok kelapa di Desa Tamanjaya

Image

Pemukiman penduduk di Desa Tamanjaya

Image

 Salah satu rumah penduduk di Desa Ujungjaya

Image

Poto salah satu keluarga di Desa Ujungjaya

Image

Poto saya di depan Kantor Kepala Desa Tamanjaya

Image

Pemandangan alam menuju Desa Ujungjaya di pagihari

Image

Poto menuju pintu masuk Taman Nasional Ujung Kulon

Image

Poto anak-anak sekitar (kalau jalan-jalan paling senang moton anak-anak lokal sekitar)

Salam,

Putri Permatasari

One thought on “Working Trip to Ujung Kulon (UK)

  1. Putri… menurutmu kenapa dari sebelas indikator keberhasilan model desa konservasi (MDK) faktor pendidikan tidak masuk ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s