Field Duty in Kalimantan

          Selama tiga bulan ini saya bekerja sebagai surveyor kontrak dari konsultan lingkungan APCS [Asia Pacific Consulting Solutions] untuk Unit Pengelola [UP] Sinarmas di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat dalam menindak lanjuti Nilai Konservasi Tinggi [NKT] yang ada di masyarakat desa. Sinarmas ini memiliki anak perusahaan yang tersebar pada masing-masing provinsi tersebut, salah satunya adalah perusahaan hutan tanaman industri Sumalindo Hutani Jaya [SHJ] dan P.T. Finnantara Intiga [FI]. Saya bekerja untuk SHJ ketika berada di Kalimantan Timur dan P.T. FI ketika berada di Kalimantan Barat dengan masing-masing waktu yang digunakan adalah 1.5 bulan dengan total waktu yaitu 3 bulan.

DSC00248 - Copy

Bersama tim dan pendamping lokal di salah satu Sekolah Dasar (SD)  yang berada di Dusun Berambai, Desa Bukit Pariaman, Kalimantan Timur

       NKT sendiri merupakan suatu konsep yang dirancang untuk membantu para pengelola hutan, dalam hal ini adalah Sinarmas [P.T. SHJ dan FI], dalam usahanya untuk meningkatkan keberlanjutan sosial dan lingkungan hidup dengan melakukan pendekatan seperti pengidentifikasian areal-areal yang berada di dalam atau di dekat unit pengelolaan kayu yang mengandung nilai sosial, budaya, dan ekologis yang penting [bahkan sangat penting]. Misalkan di suatu desa terdapat mata air, rimba/hutan adat, air terjun, goa, tembawang, bekas perkampungan lama, kuburan lama dan kuburan keramat. Terlebih bila tempat-tempat tersebut berada di dalam konsensi unit pengelola yang dimaksud maka tempat-tempat tersebut akan dititik dengan menggunakan GPS untuk kemudian kita laporkan dalam laporan agar perusahaan dalam menjalankan aktifitasnya tidak mengganggu apalagi merusak fisik dari lingkungan tersebut. Apalagi ketika masyarakat masih menggantungkan kebutuhan pokok mereka dari sumber-sumber fisik lingkungan tersebut.

???????????????????????????????

Naik Sampan di Sungai Sekayam, Desa Mengkiang, Kalimantan Barat

        Dikatakan sebagai NKT yaitu poin pertama, apabila kebutuhan masyarakat benar-benar tidak tergantikan lagi dan akan hilang bila itu tidak terjaga dengan baik, seperti mata air/air terjun yang digunakan sebagai sumber air minum, rimba adat yang digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan kayu bagi masyarakat, tembawang yang merupakan bekas perkampungan lama yang juga digunakan sebagai sumber buah-buahan bagi masyarakat sekitar. Poin yang kedua adalah bila tempat-tempat tersebut berada di dalam konsesi perusahaan yang dimaksud, maka sudah menjadi kewajiban bagi si perusahaan tersebut untuk tidak mengganggu sumber kebutuhan pokok masyarakat yang ada di sana, isitlahnya perusahaan harus lebih hati-hati lagi dalam melakukan kegiatannya, karena bila tidak, itu akan merusak sumber kebutuhan masyarakat dan ketika itu rusak atau bahkan hilang maka masyarakat tidak akan bisa lagi memenuhi kebutuhan pokok hidup mereka.

           Kuburan lama atau kuburan keramat juga dimasukkan sebagai NKT karena masyarakat Dayak mempunyai kebudayaan atau ritual yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang mereka dalam upayanya menjaga adat istiadat yang ada. Oleh karena itu kuburan ini juga tidak boleh diganggu/dirusak oleh perusahaan karena nilai-nilai luhur budaya di sini perlu dipertahankan. Di sini juga terdapat tembawang yang merupakan bekas perkampungan lama yang juga merupakan sumber buah-buahan bagi masyarakat sekitar. Jadi dahulunya ketika masyarakat Dayak tinggal di sebuah kampung lama, mereka biasanya akan menanam buah-buahan. Kemudian ketika mereka pindah ke kampung lain yang baru, maka buah-buahan tersebut akan tetap dirawat dan diproduksi oleh mereka. Status kepemilikan tembawang bisa secara umum/adat, pribadi, ataupun keluarga. Tembawang yang berstatus umum/adat ini lah yang akan diutamakan sebagai poin yang akan dimasukkan sebagai nilai konservasi tinggi, karena dimiliki secara adat. Maksudnya adalah tanah tembawang tersebut dimiliki secara adat, ketika kita ingin mengambil buah-buahan dari tembawang tersebut maka kita harus meminta ijin terlebih dahulu kepada ketua adat setempat. Komposisi pohon yang berada di tembawang ini tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Kita bisa menemukan pohon Durian, Pekawai, Langsat, Asam Mawang, Temantan, Cempedak, Tengkawang, Nyato, Mentawak, dll. Tidak hanya rimba, di tembawang juga ditemukan Pohon Tapang yaitu pohon yang digunakan untuk menghasilkan madu alam. Pohon ini memiliki ketinggian dan ukuran yang fantastis, di salah satu desa di Kalimantan Barat saya bahkan menemukan Pohon Tapang yang tingginya mencapai 100 m. Pohon penghasil madu alam ini memiliki nama lokalnya masing-masing untuk setiap daerah. Pohon Tapang merupakan nama lokal dari pohon penghasil madu alam yang terdapat di Kalimantan Barat sedangkan di Kalimantan Timur disebut dengan Pohon Manggeris.

???????????????????????????????

Ini merupakan Pohon Manggeris yang menghasilkan madu alam dan banyak ditemukan sarang lebah di pohon ini. Pohon ini berada di Desa Marah Haloq, Kalimantan Timur

             Istilah tembawang ini lebih dikenal di Kalimantan Barat saja, namun tidak di Kalimantan Timur. Karena ketika saya di Kalimantan Timur, saya tidak menemukan istilah ini. Untuk menyebut perkampungan lama, orang-orang di Kaltim lebih menyebutnya sebagai Lembo atau perkampungan lama saja. Usia dari perkampungan lama tersebut dapat diketahui dari besar atau kecilnya ukuran pohon yang terdapat di bekas perkampungan lama tersebut. Bila ukuran pohonnya besar-besar maka bisa dipastikan bahwa bekas perkampungan tersebut sudah cukup lama ditinggalkan oleh masyarakat sekitar. Begitu pula sebaliknya

???????????????????????????????

         Bersama salah satu pendamping lokal dari Desa Terati, Kalimantan Barat

         Sama hal nya dengan rimba/hutan adat yang terdapat di sana. Tanah rimba tersebut dimiliki secara adat dan masyarakat sekitar bisa mengambil kayu/sumber kebutuhan pokok lainnya di dalam rimba tersebut asalkan ijin terlebih dahulu kepada ketua adat. Selain itu sumber/bahan pokok yang diperoleh dari rimba tersebut tidak boleh dijual, melainkan cukup dikonsumsi untuk pribadi saja. Hal ini jelas semakin membuka wawasan saya bahwa masih banyak masyarakat di Indonesia ini yang masih mengandalkan hutan dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Pernah saya melihat orang Dayak yang mengambil kayu, bambu dan rotan di dalam rimba tersebut. Kemudian pikiran saya langsung terlintas pada pelajaran sewaktu saya kuliah dulu dimana banyak masyarakat lokal di Indonesia yang masih memenuhi kebutuhan hidupnya dari dalam hutan. Dan orang Dayak itu adalah salah satu bukti dari selama ini yang saya pelajari.

          Saya pribadi melihat rimba/hutan itu sama seperti supermarket yang biasa kita datangi setiap hari untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Hutan menyediakan segala kebutuhan yang kita perlukan dan di hutan pula kita bisa mengambil segala kebutuhan yang kita inginkan sama seperti supermarket. Hanya saja bedanya kalau di supermarket kita harus membayar, sedangkan kalau di hutan/rimba kita tidak perlu membayarnya, tinggal ambil saja sesuka hati kita. Rotan yang dia ambil dari dalam rimba kemarin itu memiliki kualitias yang sangat baik. Hal ini dilakukan karena dia ingin membuat kerajinan dari bahan rotan seperti tikar, takin [keranjang khas Dayak yang biasa digunakan untuk berladang], raga [keranjang yg bentuknya lebih kecil lagi daripada takin], dsb. Nah kerajinan yang dia buat itu tidak boleh dijual ke luar karena itu sudah menjadi ketetapan adat terkait pemenuhan kebutuhan pokok yang diperoleh dari dalam hutan atau rimba adat.

???????????????????????????????

Salah satu tembawang yang terdapat di desa di Kalimantan Barat. Komposisi buah-buahan di dalam suatu tembawang tidak jauh berbeda dengan tembawang lainnya

???????????????????????????????

Ini merupakan buah Temantan yang ditemukan di salah satu tembawang di sana. Buah ini bentuk dan rasanya seperti mangga hanya lebih kecil dan kecut

???????????????????????????????

Ini adalah Asam Mawang, bentuknya sekilas seperti kelapa dengan daging buah berwarna kuning dan berasa kecut namun segar

???????????????????????????????

Ini merupakan buah durian yang diperoleh dari salah satu tembawang

???????????????????????????????

Ini merupakan Buah Lengkeng [Isau] yang diperoleh di salah satu dusun di Kalimantan Timur

250320132874

Ini merupakan Buah Langsat, sepintas buah ini memang terlihat seperti Buah Dukuh, hanya saja kulit Buah Langsat itu lebih tipis dibandingkan dengan Buah Dukuh

          Bisa dikatakan kondisi lingkungan di Kalimantan Barat itu jauh lebih terjaga dibandingkan dengan Kalimantan Timur. Saya bisa merasakan suasana “Kalimantan banget…” itu ketika saya berada di Kalbar. Sungai-sungai di sana juga banyak yang masih bersih dan jernih, Sedangkan di Kaltim hutan-hutannya sudah berkurang dan panaaas banget karena adanya pertambangan dan banyak lahan yang sudah dikonversi menjadi sawit. Miris kalau melihat hal itu karena banyak sekali masyarakat yang sebenarnya menjerit di dalam hati mereka walaupun mereka mendapatkan keuntungan yang lebih dari sawit tersebut.

???????????????????????????????

Bersama keluarga dari Desa Terati, Kalimantan Barat

         Selama ini saya selalu mendengar mengenai Kalimantan dari orang lain atau televisi saja. Namun sekarang saya sudah menginjakkan kaki di tanah Borneo tersebut dan berharap agar lingkungan dan hubungan sosial masyarakat yang terjadi di sana tetap terjaga selalu. Saya pernah bertanya pada beberapa orang Dayak terkait posisi mereka sebagai masyarakat asli di sana. Dari responden yang saya peroleh menyatakan bahwa mereka menginginkan transportasi menjadi hal utama yang perlu dibenahi di sana. Ini dilakukan agar memudahkan akses mereka dalam bekerja dan beraktifitas. Banyak dari mereka yang bekerja sebagai penoreh karet atau sekedar berladang di sawah. Bila akses atau jalan dibenahi maka mobilitas mereka pun akan termudahkan dengan sarana dan prasarana transportasi yang baik dan memadai. Sebagai contoh dengan jalan yang baik mereka dapat dengan mudah mendistribusikan hasil torehan karet atau hasil ladang mereka ke desa atau tempat lainnya tanpa harus berhadapan dengan kondisi jalan yang jelek dan berlubang. Merekapun dapat dengan mudah mendapatkan penghasilan dari hasil mereka tanpa harus menunggu, karena bila hujan turun akan membuat situasi jalan pun semakin rusak dan berbahaya. Dan bagi mereka yang tinggal di atas bukit atau gunung bisa disediakan akses jalan yang lebih mudah sehingga memudahkan akses mereka dalam bekerja. Itulah harapan mereka selama ini. Mungkin dari sini kita juga tidak bisa langsung menyalahkan pemerintah, dari segi lain bisa juga ditindaklanjuti dengan cara seperti, misal ketua dusun atau ketua RT setempat siap sedia mengumpulkan dana katakanlah Rp.10.000,00/bulan dari masing-masing kepala keluarga, kemudian dana tersebut dikumpulkan selama setahun [atau berapa tahun lah sesuai dengan kesepakatan] untuk kemudian dijadikan sebagai sumber dana perbaikan jalan dan transportasi mereka. Tentu dana tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat di sana terutama dalam segi transportasi dan aksesibilitas jalan.

          Itulah seklumit harapan yang ada pada mereka selama ini. Semoga saja baik dari pihak pemerintah ataupun masyarakat dapat saling membantu dan membenahi segala yang perlu sehingga semuanya dapat menjadi lebih baik. Terima kasih

Salam,

Putri Permatasari

6 thoughts on “Field Duty in Kalimantan

  1. Miris juga Put kalo liat sawit, selama kerja Papaku nanamin pohon terus, eh sekarang Popo malah bantu nanam sawit -_____- Dilemma lain kalo liat usaha Indonesia buat masukkin CPO jadi APEC green product list. Really, how should one think about this palm oil?

    Anyway, awesome trip…. Envy you.

  2. Pingback: Working Trip to Ujung Kulon (UK) | futureputri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s