Review Movie::: The Taste of Fish (J-Movie)

Udah lama sebenarnya saya ingin mengulas film asal Negeri Sakura ini (2008), Alhamdulillah baru sekarang kesampaian. Sebenarnya tidak ada alasan khusus koq untuk meriview film ini, hanya saja saya penasaran dengan tampilan poster yang tersaji dari film ini. Awalnya saya berpikir ini merupakan film mengenai kemampuan seseorang dalam merasakan atau membedakan rasa ikan. Ternyata bagian awal film ini tidak jauh berbeda dengan pikiran saya, namun setelah menonton keseluruhan cerita ternyata film ini tidak hanya terfokus pada kemampuan seseorang dalam merasakan atau membedakan rasa ikan. Itu hanyalah sebagian kecil dari hal yang disinggung karena di dalamnya terdapat pengembangan cerita. Mungkin saja kemampuan si tokoh tersebut lebih detailnya akan diceritakan di sesi berikutnya yaitu di “The Taste of Fish 2”. Akan tetapi saya belum melihat sesi yang kedua, baru sesi yang pertama saja.

Cerita di awali dengan niatan Shuntaro Akagi (diperankan oleh Takao Osawa) ingin melamar pacarnya yang bernama Asuka (diperankan oleh Rena Tanaka) di sebuah restoran mewah. Akan tetapi usaha tersebut urung dilakukan karena Shuntaro tiba-tiba menerima telepon dari Bos-nya dan Asuka langsung ketiduran karena merasa bosan.

The Taste of Fish (2008)

Shuntaro memiliki karir yang gemilang dimana ia bekerja sebagai pebisnis di salah satu perusahaan trading di pusat kota Tokyo, nantinya pula dia akan dipromosikan untuk menerima jabatan yang lebih tinggi. Namun kenyataan yang harus dia lakukan agar bisa terus bekerja di sana adalah harus melakukan restrukturisasi dengan memberhentikan beberapa pegawai karena perusahaan sedang mengalami krisis keuangan. Dan ternyata teman akrabnya yang bernama Kaneya (diperankan oleh Ren Osugi) – yang selama ini selalu membantu Shuntaro termasuk dalam pegawai yang harus dia berhentikan! Sungguh pergulatan batin yang sangat berat bagi Shuntaro. Ketika pernyataan ini disampaikan kepada Kaneya, dia membeberkan beberapa tindakan keliru yang dilakukan oleh Kaneya. Shuntaro sebenarnya tahu bahwa kekeliruan dan absen kerja yang dilakukan Kaneya adalah karena dia sedang merawat istrinya yang sedang sakit keras dan tinggal hitungan beberapa bulan saja untuk hidup. Akhirnya dengan besar hati Kaneya menerima pengunduran dirinya itu. Kaneya dan Shuntaro sering menghabiskan waktu bersama di sebuah rumah makan yang dikelola oleh seorang wanita bernama Chiaki. Dan Chiaki sering kali memberikan ikan kesukaan istri Kaneya kepada Kaneya ketika ia bertandang ke rumah makannya tersebut. Ini dikarenakan ketika istrinya memakan ikan kesukaannya itu, ia sering kali teringat pada kedua orang tuanya.

Di suatu pagi setelah Shuntaro mengantar bosnya pergi ke Hakone, di pinggir jalan secara tidak sengaja dia melihat Asuka sedang mengendarai sepeda menuju suatu tempat. Karena penasaran akhirnya di mengikuti pacarnya itu dan ternyata sang pacar bekerja di tempat grosir pelelangan ikan yang bernama Pasar Ikan Tsukiji. Shuntaro kaget karena setahu dia Asuka bekerja di sebuah toko baju di pusat kota. Akhirnya Asuka jujur kalau saat ini dia bekerja di dua tempat, yaitu di toko baju dan tempat pelelangan ikan tersebut. Hal itu dilakukan karena ayahnya sedang menjalani operasi lutut dan diopname untuk beberapa hari di rumah sakit. Oleh karena itu bebannya diberikan kepada Asuka. Kontan Shuntaro khawatir dengan kesehatan Asuka karena dia harus bekerja di dua tempat. Akhirnya dengan niat yang besar, keesokan harinya Shuntaro datang ke pasar ikan Tsukiji membantu Asuka dan orang-orang yang ada di sana.

Takao Osawa dalam “The Taste of Fish”

Pasar Ikan Tsukiji sebenarnya adalah bisnis keluarga turun-temurun yang dikelola oleh ayah Asuka dan saat ini sudah mau memasuki generasi ketiga. Ayah Asuka berencana memberikan tahta generasi ketiganya tersebut kepada Eiji (diperankan oleh Tsuyoshi Ihara), seorang pria yang sudah lama bekerja pada ayah Asuka di pasar ikan Tsukiji yang nantinya akan dijodohkan dengan Asuka. Tapi ternyata pada akhir cerita diketahui bahwa Eiji itu sebenarnya adalah kakak kandung Asuka.

Ketika Shuntaro datang membantu Asuka di pasar ikan itu, banyak orang yang meragukan dan mencibir dia karena tidak pantas pebisnis macam dia bekerja di sana terlebih pasar ikan itu khusus untuk orang-orang yang ahli saja. Akhirnya Shuntaro membeli beberapa ikan di sana dan mencoba merasakannya sebagai bukti agar orang-orang melihat kemampuan dia dalam merasakan dan membedakan ikan. Ternyata benar, kemampuan dia dalam membedakan ikan itu jauh lebih hebat dibandingkan dengan orang-orang yang ada di pasar ikan itu. Akan tetapi masalah kembali berdatangan di sana dan Shuntaro dituduh sebagai sumber masalah dari semua itu.

Belum selesai masalah di pasar ikan, Shuntaro kembali harus menjalin hubungan yang baik dengan Kaneya dan istrinya. Ternyata ketika Shuntaro ingin mengunjungi istri Kaneya di rumah sakit, dia sudah tidak ada karena sudah pindah ke desa bersama Kaneya. Akhirnya atas omongan Chiaki, Shuntaro pergi ke desa tersebut untuk mengunjungi mereka sembari membawa ikan kesukaan istri Kaneya tersebut. Di Desa itu, Shuntaro berhasil memasak ikannya menjadi sangat lezat sehingga membuat istri Kaneya menjadi sangat terharu karena kembali teringat pada kedua orang tuanya. Situasi di sana begitu hagat dan gembira. Kemudian saat di stasiun hendak kembali pulang, Kaneya berpesan kepada Shuntaro agar kembali lagi ke desa dan membawa ikan. Momen perpisahan mereka sangat mengharukan dimana Kaneya menangis terharu.

Para Pemain “The Taste of Fish” ki.ka: Chiaki, Shuntaro, Asuka,

Ayah Asuka, dan Eiji

Ketika tiba di Tokyo, Shuntaro langsung melayangkan surat pengunduran diri atas dirinya yang merupakan pegawai di perusahaan trading tersebut. Dia melakukan itu karena dia suka akan ikan dan ingin bekerja di Tsukiji. Ternyata keinginan dia untuk bekerja di pasar ikan tersebut tidaklah mudah, orang-orang masih banyak yang mencibir dia. Asuka pun juga menjadi sangat kesal pada Shuntaro dan mengecapnya egois karena dia tidak merundingkan keputusannya ini terlebih dahulu kepadanya.

Akhirnya dengan keputusasaannya itu, Shuntaro diajak Eiji untuk makan malam di sebuah rumah makan Sushi terdekat. Di sana Eiji bercerita banyak hal mengenai keluarganya yang ternyata berkaitan erat dengan Asuka. Dahulu, ayah Asuka pernah berhubungan dengan seorang geisha di Mokojima sehingga mengakibatkan sang geisha menjadi hamil dan melahirkan seorang anak laki-kali. Anak laki-laki itu adalah Eiji, jadi Eiji dan Asuka adalah kakak-beradik dari lain ibu. Setelah bercengkaram, Eiji kembali ke tempat kerja, sementara Shuntaro tetap di rumah makan Sushi tadi. Di sana dia diberitahu oleh pembuat Sushi yang juga merupakan teman dekat ayah Asuka yang bernama Sojaburo Suzuki. Sojaburo berkata bahwa ikan yang kau makan tadi berasal dari sebuah tangki. Ikan-ikan yang habis ditangkap akan merasa kewalahan dan untuk itu mereka harus diletakkan di sebuah tempat agar dapat mengumpulkan kembali energinya sehingga ketika dimasak akan mengahsilkan rasa yang lebih enak. Dari kata-kata itulah kemudian Shuntaro semakin semangat untuk belajar ikan. Karena terus ditolak di Tsukiji, akhirnya dia memilih sebuah dealer ikan yang bernama Ichiban Maru yang berlokasi di pelabuhan Choshi untuk belajar mengenai ikan. Asuka yang tahu Shuntaro ada di sana langsung menuju tempat itu dan meminta maaf atas tindakan dia kemarin yang kesal kepadanya. Akhirnya di sana Shuntaro melamar Asuka.

Selesai dengan Shuntaro, tapi tidak dengan Eiji. Eiji sebenarnya sudah lama memendam rasa kepada Chiaki dan begitupun dengan Chiaki. Suatu malam Eiji pernah memberi sepatu merah cantik kepada Chiaki akan tetapi langsung ditolaknya karena Chiaki merasa tidak memiliki baju yang cocok untuk dipadankan dengan sepatu tersebut. Pada saat yang sama, Chiaki dilamar oleh seseorang yang bekerja sebagai kepala di sebuah toko buah dan sayuran. Chiaki yang sebenarnya keberatan akhirnya menerima lamaran orang itu. Kemudian tepat di hari lamaran tersebut, Asuka dan Shuntaro berusaha menyemangati Eiji untuk mengejar Chiaki agar tidak menyesal di kemudian hari. Eiji yang menyayangi Chiaki akhirnya mengejar wanita itu ke tempat resepsi tunangannya di sebuah restoran Cina. Di sana Eiji melamar Chiaki, akan tetapi Chiaki kembali meminta Eiji untuk membelikannya baju. Namun Eiji tidak tahu selera baju apa yang diinginkannya. Kemudian Chiaki mengatakan kalau dia akan memakai baju apapun yang dikasih oleh Eiji. Dan mereka pun akhirnya resmi tunangan.

Di akhir bagian ketika semua orang merayakan kebahagiaan pertunangan Eiji dan Chiaki, terlihat Shuntaro masuk ke dalam pasar ikan Tsukiji. Di sana dia membungkuk seraya mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada pasar tersebut. Akan tetapi tindakannya itu langsung diketahui oleh ayah Asuka. Shuntaro akhirnya dibawa kembali ke tempat berkumpulnya orang-orang tadi dan menguji kemampuannya dalam membedakan ikan di depan orang-orang tersebut. Ayah Asuka menguji Shuntaro untuk memilih ikan mana yang paling lezat diantara ikan-ikan yang ada. Ternyata dia berhasil melakukan itu. Akhirnya sang ayah mengijinkan Shuntaro untuk bergabung di Tsukiji dan menikahi anaknya asal dia berhasil menjadi seorang yang ahli ikan di pasar tersebut. Kemudia mereka menyambut Shuntaro dengan suka cita. Selesai.

*Menurut saya di sesi yang kedua akan terlihat bagaimana Shuntaro berusaha keras di Pasar Ikan Tsukiji dan akhirnya menikah dengan Asuka*

Pendapat saya:

Menurut saya ini adalah sebuah film sederhana dengan cerita yang bagus. Pada bagian awal terlihat dari usaha keras Shuntaro membantu pacarnya di pasar ikan yang kemudian membuat dia menjadi benar-benar jatuh cinta pada ikan walaupun diragukan oleh banyak orang. Saya suka melihat usaha Shuntaro di sini. Cerita berlatar belakang keluarga dan kemanusiaan seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang pertama di perfilman Jepang. Menurut saya walaupun ceritanya bagus tapi film ini bukanlah yang terbaik karena masih banyak film-film Jepang bertema sama yang lebih bagus dibandingkan ini. Saya tertipu dari judulnya, seperti yang dibilang sebelumnya konten judul hanya sedikit disinggung karena adanya pengembangan cerita sehingga mengakibatkan filmnya menjadi semakin beralur. Mungkin ini kali ya yang dinamakan dengan improvisasi cerita? Tapi menurut saya, akan lebih baik bila di sini diungkap secara lebih gamblang lagi kemamapuan Shuntaro dalam merasakan sesuatu termasuk ikan.

Dari segi peran, aktor kaliber Takao Osawa tidak perlu diragukan lagi kualitas aktingnya. Dia sudah malang melintang di ranah dunia perfilman Jepang sehingga akting dia di sini begitu baik. Sedangkan aktris Rena Tanaka walaupun di sini dia cantik, tapi menurut saya aktingnya kurang begitu greeeng kayak ada yang kurang gimana gitu. Di sini dia seperti kurang ekspresif saja. Untuk film ini saya terkesan dengan penampilan Eiji dan Kaneya. Entah kenapa akting mereka berdua begitu menyita perhatian saya. Ada dua bagian dari film ini yang menurut saya cukup mengharukan, yaitu saat Kaneya berpisah dengan Shuntaro itu di stasiun dan berterima kasih karena Shuntaro sudah datang ke desa mengunjungi dia dan istrinya. Di sini Kaneya menangis terharus mengucapkan terima kasih kepada Shuntaro. Menurut saya ini bagian yang paling emosional, bikin sedih. Dan yang kedua adalah ketika Asuka berkata kepada Eiji bahwa dia ingin melihat Eiji bahagia juga dengan menikahi Chiaki. Ini juga bagian yang membuat saya cukup terharu dengan kata-katanya itu.

Cerita yang sederhana namun berisi karena di sini sangat mengetengahkan kualitas konten film dan emosional para pemain. Di sini juga banyak dibumbui dengan adegan dan humor segar yang sering ditampilkan para pemainnya seperti Ayah Asuka dan temannya serta para pekerja Tsukiji yang sering bergosip ria di kedai kopi. Kelucuan mereka begitu segar dan alami sehingga saya senang melihatnya. Cukup sekian reviewnya semoga membantu

Selamat menonton

Salam,

Putri Permatasari

5 thoughts on “Review Movie::: The Taste of Fish (J-Movie)

  1. Mbak ini saya tambahn daftar film yang belakangan ini saya tonton di channel RED, tapi enggak semua saya tonton sampai tuntas sih hehehe…
    1. Slapstick Brothers
    2. Sushi Prince
    3. Happily Ever After
    4. Go! Boy School Drama Club
    …yah segitu dululah.🙂
    Saya biasanya nonton produk Jepang tuh yang latarnya riil. Ada aja wawasan sama nilai positif yang didapet, terutama soal kerja tim. Saya coba ngebandingin aja Swing Girls sama Go! Boy School Drama Club, pesan yang saya dapet dari dua film itu adalah supaya kita enggak takut buat ngeksplor hal baru dan dg dilakukan bersama2 hal itu mungkin dan menyenangkan.😀 Inget juga Mbak film anak2 SMA vs polisi yang kita tonton kemarin, itu kan soal kerja tim juga.
    Tapi di sisi lain heran juga karena tingkat hikikomori (fenomena kaum muda mengurung diri di rumah itu loh) di Jepang kan tinggi, yang notabene nunjukkin kalau individualisme juga tinggi banget di sana…

    • Iya day, aku jg paling suka sama film Jepang yg berhubungan dgn semangad kerja&usaha gitu. Film2 mereka mmg berkualitas! Tp tentunya beda loh ya dengan JAV-nya mereka, itu mah beda cerita, hahaha. Oh iya, hikikomori itu ya, orang selalu ngurung diri di kamar ya. Mereka tuh seperti punya dunia sendiri tp ini levelnya udh akut jd bahaya aj. Masa iya seumur hidup mrk gitu2 aj kelakukannya gak kerja, gak sekolah, gak beraktivitas dll. sayang aja sebenarnya ya day.hehe. Ayo qt eksplor hal-hal baru yang bermanfaat!

      Makasih ya cantik udah komen di blogku🙂

      • JAV itu… Japan Adult Video? Hehehe… Marak juga kan ya di sana ckckck. Malah kalo saya baca di novel “Welcome to NHK” itu sampai ada pornografi anak segala! XP

      • Iya JAV itu “Japanese Adult Video”. Marak bgd ya begituan di sana.hahha. Mw coba nonton day?? Hehehe *pis pisss bercanda sist’ ^.^V . Whattttt– pornografi anak?? Jd anak2 kecil dijadikan media bwt pornografi gtu?? Atau lbh parahnya mrk jd bintang porno gtu?? Ya ampun kasian anak2 kecil dikayak gituin. Padahal setahuku NHK itu salah satu broadcast channel TV terkenal di Jepang, di sini kyk Tr*nsTV atau Indos*ar deh. Nama NHK aj udah mendunia bgd, sayang sekali ya. Tp dr yg pernah aq baca, JAV itu emang bnyk seri-nya day, dr anak sekolah, cew kantoran, rape-rape-an gtu, bahkan sampai nenek2 jg ada. Dan mungkin anak kecil jg jd salah satunya di sana. sigh! hedeeh.

        Mw baca novelnya dong day..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s