Incredibly INDIA

Selama dua minggu di Hyderabad untuk menghadiri acara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Convention on the Biological Diversity, Conference of the Parties 11 (CBD COP 11), aku belajar banyak dari hal-hal dan orang-orang di India serta bersyukur pula karena keadaan di Indonesia itu jauh lebih baik dibandingkan dengan di sana. Aku harus bilang kalau Hyderabad itu adalah kota yang sangat bising, kotor dan jorok. Dan karena di sana itu juga bau, aku berkesimpulan usil bahwa minyak kayu putih itu sudah sangat wangi di India, hehe! Aku tidak tahu bagaimana dengan keadaan kota di belahan India yang lain, hanya saja dari beberapa yang pernah aku baca dan lihat, keadaan itu sama saja dengan Hyderabad. Bagaimana tidak? Itu terlihat dari kendaraan motor, mobil, dan tuk-tuk atau oto (Bajaj India) yang sering kali mengendarai ugal-ugalan dengan memencet klakson tidak karuan, sampai membuat telingaku sakit, haha. Mending kalau klaksonnya cuma sebentar, tapi yang terjadi di jalanan di sana adalah hampir mirip perang klakson. Hampir semua kendaraan membunyikan klakson dengan sangat kencang juga terus-terusan sehingga membuatku stress dengarnya, haha. Memang sih klakson bisa mengurangi kecelakaan tapi siapa yang betah dengan keadaan seperti itu coba!? Kalau aku lihat di Indonesia walaupun macet tapi kita jarang mendengar klakson yang super duper kencang dan terus-terusan, tapi tidak dengan di Hyderabad. Namun di sini aku tidak bermaksud menjelek-jelekan Hyderabad atau India loh, banyak sekali pengalaman berharga, unik dan berkesan selama saya di sana kemarin.

Keadaaan di sana juga cukup kumuh dengan dijumpai banyak sekali rumah-rumah tenda di pinggir jalan dan stasiun. Aku dan teman-temanku sering kali naik kereta lokal di sana ketika hendak pergi ke tempat konferensi yang berlokasi di daerah Kondaphur. Selama di Hyderabad, tiga hari pertama kita stay di hotel akan tetapi setelah itu kita pindah untuk tinggal di rumah salah satu teman PPI di sana yang bernama Mas Susanto, istrinya yaitu Mbak Deri, dan anaknya yang sangat lucu yang bernama Kiki. Kita tinggal di flat mereka dan ternyata di sana juga tinggal teman-teman PPI yang lain. Mereka sangat ramah kepada kami dan aku sangat, sangat, sangat senang bertemu mereka di sana. Nambah teman, pengalaman, dan jaringan tentunya apalagi sebelum kembali ke Indonesia, mereka sempat mengundang kami ke acara makan siang bersama teman-teman PPI dan konjen Indonesia di Hyderabad langsung! *Buatku ini merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga*.

Rumah Mas Susanto itu letaknya berdekatan dengan Stasiun Sitafalmandhi sehingga memudahkan kami untuk pergi naik kereta menuju tempat konferensi. Kemudian kita berhenti di Stasiun Hafeezpet untuk langsung naik oto (Bajaj India) menuju tempat konferensi. Kita harus melewati delapan stasiun untuk sampai di Stasiun Hafeezfet tersebut. Selama perjalanan menuju tempat konferensi, kami harus pasang masker karena debu yang ada di jalanan itu sangat parah. Belum lagi selama di dalam kereta kita harus mencium bau air yang ada di danau dekat stasiun, bau-nya pun mirip seperti bau parit yang tersumbat. Anehnya, orang-orang India yang di dalam kereta biasa saja, mereka seperti tidak mencium bau yang merusak konsentrasi tersebut. Mungkin karena mereka sudah terbiasa kali dengan bau tersebut.

Di Hyderabad cukup banyak pula aku jumpai flat atau apartemen, bayangan aku mungkin hal itu diupayakan dalam rangka mengatasi jumlah penduduk yang sangat tinggi di India. Sebagai informasi tambahan, India menempati posisi kedua untuk jumlah penduduk terpadat di dunia setelah Cina. Aku sering kali melihat banyak orang di sana yang tidur di pinggir jalan, mungkin saja flat itu bisa menjadi jawaban untuk mengatasi jumlah penduduk di India. Pembangunan flat ini ada baiknya juga karena dapat menghemat ruang publik dibandingkan harus membangun rumah-rumah sendiri seperti di Indonesia ini.

Melihat keadaan di India tersebut aku jadi bersyukur karena lahir dan tinggal di Indonesia dengan keadaan yang jauh lebih baik dan teratur. Ketika banyak orang di sini menghujat negara sendiri, aku malah menjadi semakin cinta dengan negara ini!

Di India itu banyak sekali mbak-mbak yang masih mempertahankan budaya dimana mereka sering berpakaian Saree, Kurta (aku lihatnya sih seperti pakaian ngaji) dan Dupata (Syal) kemanapun mereka pergi.  Bahkan banyak petugas wanita di sana yang memakai seragam Saree. *Luar biasa, bukan!? Tidak jarang saya melihat para wanita memakai Saree atau Kurta dengan warna dan corak yang ngjreng, ngjreng banget malah. Begitupun dengan para pria yang memakai pakaian sederhana dimana mereka tidak mengikuti perkembangan modernisasi yang terjadi saat ini.

Di sana orang-orangnya memang kurang mengikuti trend modernisasi yang ada saat ini, hal itu ditandai pula dengan tidak adanya mini market internasional yang saat ini sedang gencar-gencarnya menjamur di Indonesia (ini khusus Hyderabad loh), seperti Wallm*rt, L*wson, Sev*l, Circl*K, etc. Saya pernah diberitahu oleh Mbak Deri, ketika pemerintah India berencana membuka salah satu minimarket tersebut, rakyat India kemudian demo mendesak pemerintah untuk membatalkan niatan tersebut karena takut akan mengurangi penghasilan orang-orang yang berasal dari pasar tradisional di sana. Hebatnya pemerintah India langsung cepat ambil tindakan dan mendengar rakyatnya yang beberapa waktu kemudian membatalkan niatan tersebut untuk tidak membuka minimarket. Entah kenapa aku begitu terkesan dan kagum dengan sifat orang-orang India yang tidak konsumtif tersebut. Bukan cuma berdasarkan contoh di atas, pemerintahnya juga cepat bertindak dan mendengar rakyatnya. Tidak seperti di Indonesia dimana rakyatnya berlomba-lomba untuk tampil trendi dan modern tapi tidak ada sikap dan cenderung melupakan budaya mereka dengan terus saja fokus untuk selalu tampil beda dan lebay setiap harinya. Belum lagi dengan pemerintah kita yang jarang sekali mendengar rakyatnya. Jujur walaupun keadaan India yang saya lihat kemarin itu cukup memprihatinkan tapi saya kagum dengan India yang bisa menghasilkan teknologi buatan sendiri. Untuk urusan teknologi, otomotif dan pendidikan, jangan salah, India jauh lebih mengungguli di depan dibandingkan dengan Indonesia. Tapi bukan berarti Indonesia itu jelek, tentu tidak, dengan segala pengalaman yang ada bukan hanya dari India saja, akan tetapi dari negara lainnya pula, Indonesia tetaplah yang paling terbaik! Sungguh! . Aku tidak nyaman sekali dengan makanan India yang  baunya bikin aku betah banget untuk tutup hidung. Kalau kayak gitu, aku jadi kangen dengan makanan Indonesia buatan Ibuku.

Ada satu kejadian lucu di sana, waktu aku dan temanku menanyakan sesuatu, apapun itu kepada polisi, orang, ataupuan pengendara outo, enggak tahu ya, mereka selalu nanya balik ke orang lain. Karena rasa ingin tahu orang India itu super gede jadi kadang-kadang aku dan temanku dikerubutin sama orang-orang India. Dan parahnya pernah, aku nanya jalan ke polisi di sana, yang ada dia malah menyuruh temannya untuk menjawab pertanyaanku dan si polisi itu malah ngacir pergi entah kemana, ckckck.

Ohya, menurutku Hyderabad itu cukup murah bahkan mungkin bisa dibilang lebih murah dibandingkan dengan Jakarta (tapi enggak tahu loh kalau di Delhi atau Mumbai). Naik kereta lokal dari Stasiun Sitafalmandhi ke Hafeezpet saja yang jaraknya saja sudah seperti Depok-Jakarta itu hanya 3 Rupees (1 Rupee = Rp.200,-). Berati bisa dikatakan bahwa harga keretanya hanya Rp.600,-!

Saya juga kagum dengan kemampuan bahasa ingris orang-orang India yang sangat bagus bahkan untuk penjaga warung dan pengendara oto sekalipun. Namun saya terkadang tidak nyaman dengan logat mereka, tapi itu bukan masalah, kemampuan berbahasa inggris mereka patut diacungi jempol.

Sama seperti Indonesia, saya menyimpulkan bahwa India itu incredible! Banyak sekali informasi dan pengalaman yang bisa di ceritakan di sini. Kalau ada tambahan lain nanti aku tambahin ahh. Para turis yang datang ke India mungkin akan merasa tidak nyaman dengan keadaan yang ada di sana baik dari segi makanan, keadaan tempat, orang, kendaraan, fasilitas, dll. Tapi kita juga harus tahu, tidak semua negara maju dan modern macam di Eropa, Amerika atau Jepang dengan segala kecanggihan dan kemudahan teknologi serta fasilitasnya bisa membuat kita nyaman. Terkadang bisa saja kemajuan teknologi mereka membuat kita menjadi tidak nyaman dan tidak aman. Sekian berbagi pengalamannya semoga bisa menambah informasi, pengetahuan dan tentunya bermanfaat bagi semua. Pokoknya India is Incredible country deh!

aku ada di tengah!🙂

Salam

Putri Permatasari

8 thoughts on “Incredibly INDIA

  1. waaah… akhirnya sampai juga nih cerita dari india😀
    baca postingan mbak aku langsung inget sama novel “the white tiger” yang pernah aku ungkit di sms itu loh mbak. yang diceritain di novel itu juga persis lah sama yang mbak ceritain ini. jadi ngerasa indonesia ini masih mending lah…
    thanks for sharing mbak😉 semoga makin banyak cerita menakjubkan nih dari mbak hehehe…

  2. aseek, akhirnya bisa komen juga…alhamdulillah, baru tau aku, kl ternyata India tidak lebih baik dari Indonesia di tata kotanya. oia, mba mampir ke Taj Mahal ndak?
    oh iya, aku tunggu tulisan tentang CBD-nya ya mba…curious banget nii..hehehe…

    • Iya ian, Alhamdulillah Indonesia itu nyaman banget memang! Mbk kmrn gak ke Taj Mahal tp sempet ke Charminar sebentar, semacam bangunan dgn 4 tiang yang bernuansa muslim. Mbk kn kmrn di kota Hyderabad, sedangkan Taj Mahal itu di Agra (msh jauh lg dr New Delhi) dan dr tempatku ke pusat ibukota aja hrs makan waktu sekitar 25 jam naik kereta! *jauuuuh banget..

      Iya ian oke, ini mbk mw ngepost tulisan ttg CBD, nanti dikomen lg ya. Makasih Ian sayang udah komen di blog mbak🙂

  3. I’m searching many infos about India before leaving on april. I’m quite shock about anything i got, most of them said that India is not good country for living, security and sanitation. I wish bangalore has something better to offer for tourist. Thanks for the info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s