Ngabuburit Dadakan di H*kben

Kemarin setelah dari rapat di kampus bersama teman-teman, saya memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu di masjid kampus. Ternyata tanpa disangka di sana saya malah bertemu dengan kakak angkatan yang bernama Ari Puspita. Setelah sholat, saya mengobrol sebentar dengan dia. [obrolan pun berlansung…] ditengah obrolan itu saya bilang ke mbak Ari kalau saya tadi malam baru tidur jam 02.30 pagi, kemudian bangun lagi jam 3.00 pagi untuk sahur. Jadi saya cuma tidur setengah jam saja. Akan tetapi setelah sholat subuh, saya memutuskan untuk kembali tidur dan tanpa disangka-sangka ternyata saya bangun jam 11.00 siang. Itu pun saya memutuskan untuk lanjut tidur lagi dan bangun-bangun jam 12.30 siang! (widiih dasar kebo!).

Mbak Ari yang mendengar hal tersebut kontan langsung kaget dan tertawa. Tiba-tiba dia bertanya perihal mengapa saya baru tidur jam 02.30 pagi tersebut. Saya tidur jam segitu sebenarnya untuk sebuah alasan yang sangat konyol, yaitu nonton dorama Jepang jadul (tahun 2002) dengan judul “Taiyou no Kisetsu” yang dilakoni oleh aktor terkenal Jepang yaitu Hideaki Takizawa. Sebenarnya saya agak menyesal juga sudah merelakan waktu tidur saya hanya demi sebuah dorama yang menurut saya ceritanya sama sekali tidak bagus.

Saya mengatakan kepada mbak Ari bahwa saya memiliki banyak sekali dorama Jepang dan kalau misalkan ada waktu luang saya pasti akan menyempatkan untuk menontonnya. Mendengar itu mbak Ari langsung berniat untuk meminta beberapa dorama dari saya dan akhirnya kita memutuskan untuk bertemu lagi hari senin. Sebenarnya alasan saya mengoleksi dan hobi menonton dorama atau film-film Jepang (film yg berkualitas loh maksudnya!) adalah karena saya ingin belajar dan memperlancar bahasa Jepang saya.hoho.

Oke, lanjut ke bahasan ngabuburit>>> Awalnya ketika mengobrol itu saya ingin mengajak mbak Ari untuk buka puasa bareng, tapi ternyata beliau sudah ada acara lain. “Yasudah saya buka puasa sendiri saja”, batin saya dalam hati. Tapi tidak beberapa lama kemudian dia berubah pikiran dan akhirnya mengajak saya untuk buka puasa bareng yang setelah itu dilanjutkan dengan menemani mbak Ari ke rumah temannya di daerah Taman Siswa, Yogyakarta. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 sore yang berarti ini adalah saat yang tepat untuk ngabuburit atau jalan-jalan untuk isi waktu buka puasa. Jam-jam segitu adalah waktu dimana orang-orang pada tumpah ruah ke luar untuk mencari ta’jil atau menu berbuka puasa lainnya. Memang benar, ketika keluar dari kampus kami disajikan dengan pemandangan ramai orang-orang yang menjajakan dan membeli aneka ta’jil. Sebelum kita pergi mencari tempat makan, saya dan mbak Ari terlebih dahulu membeli es pisang hijau Abab*l di depan Fakultas Perternakan UGM.

First destination kita adalah Warung SS (Spesial Sambel), dan ternyata karena memang sudah terlambat dan penuh akhirnya kita tidak dapat tempat. Hal ini juga serupa dengan warung yang sama di daerah lainnya. Hem, emang gak jodoh kali ya!? Tapi ini sih bukan namanya gak jodoh, ini mah emang dasar kitanya aja gak booking duluan dari awal makanya jadi gak dapat tempat, haha. Setelah bingung nyari tempat makan buat buka dan kita berestimasi bahwa semua tempat makan pasti sudah penuh karena waktu buka yang semakin dekat. Akhirnya ujung-ujungnya kami memutuskan untuk memilih Hokben (Hoka-hoka Bento) sebagai tempat berbuka kami. Sebenarnya saya agak ragu dan was was memilih tempat ini dikarenakan satu alasan yang sangat jelas, yaitu MAHAL/LARANG/EXPENSIVE. Akan tetapi karena kepepet waktu yang sudah mau berbuka, akhirnya jadilah kami kesana.

[Saatnya berbuka: Alhadmulillah nyam..nyam..nyam]

Setelah berbuka dan sholat maghrib, second destination kita selanjutnya adalah menuju rumah temannya mbak Ari. Kami pergi kesana karena temannya itu menitipkan kue apem/dorayaki ke dia dan jadilah kami menghabiskan waktu untuk bercengkerama di sana. Di sana saya sangat terhibur karena dapat bermain dengan dua orang anak kecil yang sangat cantik dan ganteng. Mereka adalah keponakan dari temannya mbak Ari tersebut. Setelah bercengkrama dan main-main dengan adik kecil itu, dan waktupun juga sudah menunjukkan pukul 8 malam, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang mbak Ari berkunjung sebentar ke tempat saya untuk menghabiskan es pisang hijau yang kami beli tadi sekalian dia juga mau minta dorama Jepang.

Wah, benar-benar hari yang sangat menyenangkan dengan mbak Ari ini. Kami sama sekali tidak berencana atau janjian sebelumnya dan tiba-tiba tercetus ide begitu saja untuk ngabuburit. Apalagi kami sebelumnya bertemu di tempat yang sangat baik, yaitu Masjid. Terus langsung jalan-jalan deh keliling kota buat ngabuburit! Ahaha. Ohya, satu lagi, setahu saya kata ‘Ngabuburit’ itu sendiri awalnya berasal dari Jawa Barat yang kemudian berkembang dan jadilah orang-orang dimanapun di Indonesia ini (khususnya di pulau Jawa) menggunakan kata Ngabuburit yang memang dikhususkan untuk mengisi waktu sebelum berbuka puasa.

Salam,

Putri Permatasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s