Seeking, Purchasing and Finally Renting Book!

         Wah, akhirnya penantian selama 5 tahun buat membaca buku Sybil -Kisah Nyata Seorang Gadis Dengan 16 Kepribadian- karya Flora Rheta Schreiber tercapai juga setelah tadi ngubek-ngubek Shopping Center Malioboro berdua sama teman saya yaitu Dayeuh a.k.a Dyah a.k.a Dyah Setyowati Anggrahita. Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin banget membaca buku itu dan buku itu sudah lumanyan lama juga (jadul) makanya saya penasaran banget sama isi dan cerita dari buku tersebut. Jadi mau enggak mau selama di Shopping tadi saya ngiterin gitu deh berdua sama si Dayeuh. Capek banget yang jelas soalnya saat itu saya juga sedang berpuasa tapi tak apa, itu bukanlah kendala dan masalah koq bagi saya yang penting saya bisa menemukan buku itu dan bisa hang out bareng bersama teman juga.

         Singkat cerita setelah bergelut dengan pencarian buku yang tak kunjung membuahkan hasil, saya dan Dayeuh pun mulai putus asa dengan keberadaan buku tersebut. Akhirnya sampailah kita di pojokkan kios buku sebelum kita meninggalkan Shopping tersebut. Dengan ketidakyakinan, saya pun menanyakan keberadaan buku tersebut kepada si penjual buku dengan sebersit harapan yang tinggal secuit (ahaha lebay bay bay!). Normal sih kalau saya begini soalnya selama hampir 1,5 jam saya dan Dayeuh di Shopping dan menanyakan keberadaan buku Sybil pasti kita selalu di suguhi dengan gelengan kepala dari si penjual buku atau dengan kata lain bukunya itu enggak ada atau memang sudah habis. Saya bingung sih, sebenarnya mereka itu pada geleng kepala apa bukunya itu memang tidak ada, atau tidak tahu, atau apa memang si penjualnya tidak mau mencari tahu keberadaan buku tersebut? Jadi biar aman dan cepat mereka langsung geleng-geleng kepala gitu? Ah, gak tahu ah.

         Kemudian ketika saya dan Dayeuh mengunjungi kios pojokkan itu dan menanyakan perihal buku tersebut. Tanpa disadari ternyata sang penjual memiliki buku Sybil tersebut. “Ah, Alhamdulillah akhirnya dapat juga nih buku!” batin saya. Namun saya kembali bingung karena harganya itu Rp. 35.000,00 sementara kondisi buku itu sudah tidak baru lagi dengan adanya guratan-guratan di luar sampul serta adanya beberapa lembaran yang sudah terlipat. Pokoknya kalau kita lihat langsung kondisi fisik bukunya itu benar-benar terlihat sudah lama sekali. Karena faktor itulah saya dan Dayeuh meminta potongan harga, akan tetapi sang penjual tidak mengabulkan permintaan kami. Kemudian atas saran Dayeuh, saya kembali mencari buku Sybil itu di kos lain dengan catatan buku Sybil yang sudah ada tersebut dijaga untuk tidak dijual ke orang lain. Saya berharap di kos lain saya dapat menemukan buku yang lebih murah dan tentu lebih baik juga kondisinya. Kemudiannya akhirnya kita baru tahu bahwa buku Sybil itu harga awalnya 50.000 kemudian harganya melorot di Shopping hingga menjadi 35.000. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku Sybil di penjual pojokkan itu. Kemudian saya berhasil membeli, buku itu kemudian disampul oleh sang penjual kios dan buku itu akhirnya berhasil saya kantongi!

Image

Ini dia buku “Sybil” karya Flora Rheta Schreiber

Image

Ini potonya neng Dayeuh eta teaaa atuh🙂

Image

Salah satu kios di Shopping Center

      Image   Image

Penampakan-penampakan lain dari kios-kios yang ada di Shopping Center

       Setelah dari Shopping yang melelahkan, perjalanan kita lanjutkan ke Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta yang berlokasi di daerah Kotabaru. Ohya saya lupa bilang sebelumnya, tadi Shopping Center Malioboro itu lokasinya di Jalan Sriwedari, di sebelah timur Jalan Malioboro dekat dengan Taman Pintar. Dan saya juga berharap semoga Shopping Center itu memiliki sistem katalog digital atau apalah yang memudahkan pencarian buku bagi pembeli sehingga mereka gampang menemukan buku yang dicari dan tentunya tidak disuguhkan dengan gelengan kepala dari si penjual buku itu, hehe. Oke lanjut, saya ke Perpus Kota Yogya karena saya ingin menemani Dayeuh untuk memperpanjang buku yang sebelumnya dia pinjam. Di sana saya menemukan novel lama yang juga saya idam-idamkan untuk dibaca kembali, yaitu novel karya Endi Eriawan dengan judul “Always Laila – Hanya Cinta yang Bisa”. Novel itu kalau tidak salah pernah di publish ke publik sekitar tahun 2004 atau 2005 silam, hahaha itu ketika saya masih SMA. Novel itu benar-benar membuat saya kecanduan untuk membaca lembar demi lembar hingga akhir tanpa bosan! Tapi akhirnya saya memutuskan untuk meminjam novel kenamaan Jepang karya Haruki Murakami dengan judul “Kafka on the Shore” dengan memakai kartunya si Dayeuh karena saya sudah bebas perpus kota, hehe.

Novel “Kafka on the Shore” karya Haruki Murakami yang ditemukan di Perpus Kota Yogya

         Karena letak Perpus Kota Yogya itu berdekatan dengan toko buku Gramedia, saya dan Dayeuh langsung pergi mengunjungi toko buku itu sekalian lihat-lihat buku lagi siapa tahu dapat rekomendasi buku yang pengen dibeli. Tapi sebenarnya tujuan saya mengunjungi Gramedia adalah untuk mencari tahu apakah di sana ada novel karya Haruki Murakami yang lain yaitu judulnya Norwegian Wood. Kepopuleran novel itu sudah dituangkan ke dalam film layar lebar dengan judul yang sama dan dibintangi oleh super star guanteng nan terkenal asal Jepang yaitu Kenichi Matsuyama dan artis Rinko Kikuchi. Dan ternyata di sana buku itu tidak ada sama sekali! Sebenarnya novel Norwegian Wood itu tidak jadul-jadul amat koq, mungkin itu diproduksi sekitar 2 tahunan yang lalu tapi ternyata sekarang sudah tidak ada. Selain di Gramedia Kotabaru, saya sudah mencari novel itu di Gramedia Ambarukkmo Plaza dan Togamas. Dari kesemuanya saya tetap belum menemukan buku Norwegian Wood, haha. belum rezeki nih. Alhasil kita di Gramedia hanya melihat-lihat buku dan novel saja dan kemudian dikahiri dengan berpoto-poto ria bersama Bapak Chairul Tanjung yang “si anak singkong” itu, ehehe.

ImageItu poto saya sewaktu di Gramedia bersama dengan Bapak Chairul Tanjung “Si Anak Singkong” (hahaha, tapi bo’ongan ding, itu mah bukan yang beneran tapi cuma gambar karton dari Bapak Chairul Tanjung doang~~)

       Setelah berpoto-poto ria dengan “Bapak Chairul Tanjung” bo’ongan, saya dan Dayeuh memutuskan untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Karena saat itu sudah sore juga dan takut tidak ada angkutan umum yang beroperasi akhirnya kita pulang deh. Tapi di sana si neng Dayeuh sempat nemenin saya dulu untuk nyegat angkot dan pembicaraan kita akhirnya terhenti pas kita lagi ngobrolin buku legendaris Warkop DKI dan acara API (Akademi Pelawak Indonesia) yang fenomenal itu yang sempat ditayangkan di TPI pada tahun 2005 silam. Hal ini disebabkan bus jalur 4 itu sudah datang menghampiri untuk menjemput saya. Sekian dan Terima kasih

Best,

Putri Permatasari

One thought on “Seeking, Purchasing and Finally Renting Book!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s