[sedikit review tentang] Film Kwaliteit 2

         Hei, adakah kalian yang ingat dengan film arahan sutradara Dennis Adhiswara yang diproduksi pada tahun 2003 ini?? Yup, film ini berjudul “Kwaliteit 2”, memang sih jadul banget filmnya tapi jangan salah, film ini sangat menghibur bagi siapa saja yang menontonnya. Penasaran!!? Cobalah tonton film ini dijamin ngakak deh!

Jadi, film ini menceritakan tentang Santoso (diperankan oleh Brahmantyo) seorang mahasiswa kelas pertama yang baru masuk universitas. Di sana dia bertemu dengan teman-teman baru yang bernama Sly, Zul, dan Limin (diperankan oleh Dennis Adhiswara). Masing-masing dari mereka memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Sebut saja Sly si petualang cinta yang sangat gombal dan paling gak bisa lihat cewek cantik sedikiiit aja, langsung deh keluar kata-kata gombalnya yang maut. Kemudian ada Zul yang sangat alim dan religious banget, sedangkan Limin itu sangat pendiam dan pemalu. Terus bagaimana dengan Santoso sang tokoh utama di sini? Dia sih biasa-biasa aja, gak gombal banget, gak religious banget, dan gak pendiem/pemalu banget juga. Namanya juga tokoh sentral ya. Kemudian mereka bersahabat satu sama lain, akan tetapi mereka kerap kali di bully oleh kakak tingkat mereka yang diketuai oleh Vanco. Vanco dan kawan-kawannya paling senang membully Limin karena dia memang tidak berdaya dan diam saja ketika dibully rame-rame oleh Vanco cs.

         Alkisah suatu hari di kolam renang kampus, Santoso dan Sly melihat Limin dikerjai oleh Vando cs dengan kepalanya dicelup-celupin ke dalam kolam renang. Tak terima dengan tindakan Vando cs terhadap Limin, Sly kemudian naik pitam dan menghardik Vanco sehingga mereka hampir baku hantam namun kemudian dilerai oleh penjaga kolam renang paruh baya dengan alasan mereka akan dilaporkan kepada pihak sekolah. Akhirnya mereka pun tidak jadi berantem dan bapak tersebut mengusulkan kepada Santoso cs agar mereka mengikuti pertandingan olimpiade gebuk bantal kampus bila tidak ingin dibully oleh Vanco cs dengan berguru kepada bapak penjaga kolam tersebut. Pertandingan itu merupakan kesempatan emas bagi Santoso cs untuk mengalahkan Vanco cs agar tindakan pembullyan terhadap mereka bisa dihentikan. Awalnya Santoso dan Sly tidak mau berguru gebuk bantal kepada Bapak tersebut tapi karena Sly melihat ada poto gadis cantik di dalam dompet bapak tersebut yang merupakan anak perempuan dari si bapak itu, maka akhirnya Sly kemudian setuju dan membujuk Santoso untuk ikut berguru gebuk bantal pada bapak itu. Hahaha ini nih namanya pertandingan harga diri. Banyak sekali kejadian konyol yang timbul dari sini. Ternyata memang diluar dugaan, anak perempuan yang tadinya dikira cantik ternyata sedang menderita penyakit kulit dan membuat Sly, Santoso, Zul, dan Limin jadi hilang feeling tapi itu cuma kamuflase dari si gadis itu aja koq, hehe (jangan spoiler ah!). Bila ingin tahu bagaiman serunya pertandingan gebuk bantal antara Santoso cs VS Vando cs mending saya sarankan menonton film ini karena jujur film ini menawarkan komedi yang sangat segar dengan penampilan alamani dari para pemainnya.

Tampilan poster untuk film “Kwaliteit 2”

         Film ini juga dimeriahkan oleh Yunita David, Fauzi Baadilla, Adul, Adinia Wirasti, dan Lydia Cherryl. Kebanyakan di film ini para aktornya kurang begitu familiar bagi saya, tapi jangan salah akting mereka tetap top markotop koq, mungkin sebagian dari mereka itu pemain teater/drama juga kali ya. Alasan saya menyukai film ini selain ringan, sederhana, dan komedi yang sangat jenaka dan natural, juga disebabkan karena dihadirkannya kejujuran dalam film ini yang sangat dekat dengan kehidupan kita, seperti hidup pas-pasan dalam kost-kostan mahasiswa, makan di warteg, potocopy tugas kuliah, jajan gorengan dan makan bakso di pinggir jalan, pakaian para pemainnya juga sederhana banget casual dan gak ribet. Benar-benar film yang menawarkan kejujuran kehidupan bagi kita di sini.

         Jangan terlalu ber-ekspektasi lebih bahwa film ini penuh dengan adegan, editan dan sinematografi yang hebat dan indah karena ini hanyalah film seadanya jadi tampilan yang kita lihat dalam film ini pun seadanya juga. Tapi jangan langsung jadi ogah juga buat nonton film ini, pokoknya seperti yang sudah saya katakan sebelumnya film ini benar-benar seru dan membuat kita terpingkal-pingkal menyaksikan setiap adegan yang ada di dalamnya. Namanya juga ini film komedi ya, pasti akan selalu berkaitan dengan hal yang jorok-jorok menjijikan seperti ingus, air liur, air ludah, iler yang selalu diperlihatkan oleh para pemain di sini. Tapi tetap koq hal tersebut tidak akan mengurangi esensi kelucuan yang dihadirkan dalam film tersebut. Sang penjaga kolam yang diperankan oleh Sunaryo Hadi (jujur saya masih asing dengan nama ini) juga sering melalukan hal-hal kocak dan aneh. Dia sering kali melakukan “penyanggahan aneh” yang sebenarnya maknanya itu sama saja akan tetapi dia hanya membuatnya jadi sedikit berbeda, konyol, dan jenaka. Selain itu ada gombalan konyol dari si Sly yang pengaruhnya kita rasakan sampai sekarang. Penasaran dong!? Ada satu adegan gombal di kolam renang dimana Sly beraksi pada seorang cewek, “Punya Obeng gak?” sang cewek bilang “Enggak” kemudian Sly bilang “tapi nomor telepon punya kaaann!?” huuu dasar gombal! Kayaknya gombalan kyk gitu yang lg marak sekarang ini  terinspirasi lewat film Kwaliteit 2 ini mungkin kali ya. Yang  paling lucu lagi itu adalah ketika Santoso mencoba gombal pada salah satu cewek yang ditaksir, diperankan oleh Yunita David. Cewek ini karakternya rada cuek-cuek blo’on gitu deh di sini. Ketika Santoso ingin mengikuti gombalan si Sly td dan bilang ke cewek itu “Eh, km punya obeng gak?” terus si cewek langsung bilang “Punya! Saya ini punya 2 obeng, mau yang besar atau yang kecil??” sambil nunjukkin 2 obengnya itu pada Santoso. Hahaha benar-benar kocak deh kalau nonton langsung filmnya. Ohya ada satu lagi adegan memorable di sini, yaitu ketika Santoso dikejar-kejar oleh preman di seputaran komplek rumah. Di sini mereka melakukan kejar balap-balapan menggunakan gerobak tukang roti dan tukang siomay yang mereka curi di pinggir jalan. Santoso menggunakan gerobak tukang roti sedangkan preman-premannya menggunakan gerobak siomay. Langsung deh mereka kejar-kejaran gitu dimana Santoso ada di posisi depan sedangkan 2 preman tadi dibelakangnya. Ini percis kayak di film-film action gitu deh. Bedanya kalau di film-film action pas lagi adegan kejar-kejaran gitu mereka pasti pakai mobil atau motor super mewah, sedangkan di film ini mereka kejar-kejarannya pakai gerobak doang dong! Hahaha kocak banget deh sumpah.

         Model film komedi yang kayak begini nih yang keren dan simpel dengan menghadirkan humor segar, natural, dan jenaka dengan totalitas para pemain yang setara segar pula penampilannya. Tidak ada salahnya memasukkan film ini sebagai tontonan atau hiburan akhir pekan bersama keluarga, teman ataupun pacar. Film ini bagus, lucu, dan mengibur banget walaupun dengan kualitas editan dan gambar film yang minim atau pas-pasan. Selamat menonton

Best,

Putri Permatasari

2 thoughts on “[sedikit review tentang] Film Kwaliteit 2

  1. film kwalitet 2 emang luar biasaaa….! jarang-jarang ada film kayak gini. eh iya mbak, kayaknya yang adegan obeng itu kayaknya mbak yunita nawarinnya obeng bunga atau apa gitu, bukan obeng gede apa obeng kecil. coba nonton lagi, dan lagi-lagi ngakak, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s