Masa Kecil yang Indah Part 1

Aduh, kalau membicarakan ini saya paling senang karena kangen banget dengan masa kecil saya yang indah dan riang yang dipenuhi dengan serangkaian acara TV yang bagus dan mendidik. Selain itu disebabkan pula teman-teman bermain yang sangat seru dengan permainan tradisionalnya seperti main gobak sodor (galaksi yg kalau kita menang kita akan bilang asin!), petak umpet, colek sabun, takjongkok, kuda kusir, main karet, main bekel, main BP-an (main orang-orangan yang dari kertas khusus untuk anak perempuan), terus mengitari komplek rumah dengan sepeda bersama teman-teman (inget banget ada suatu momen di hari minggu malam dimana saya berkali-kali memohon untuk main sepeda kepada ayah saya tapi tidak diijinkan oleh beliau karena selain sudah malam, saat itu adalah hari minggu, hari dimana saya harus belajar dan mempersiapkan mata pelajaran untuk hari besok di sekolah). Ahh, sungguh mengesankan dan indahnya masa kecil saya. Saya benar-benar bahagia lahir pada masa itu benar-benar bisa menikmati hari-hari bersama teman-teman, hiasi hari dengan lagu dan serial tv anak yang banyak, mendidik, dan menarik serta tayangan anak yang bejubel di TV. Saya juga dulu berlangganan majalah “BOBO” loh, jujur saya langganan majalah itu sampai kelas 1 SMA hehe.

Majalah “Bobo” yang sangat saya cintai

Kalau tidak salah jaman dulu itu acara anak hampir mendominasi siara televisi kan, hampir setiap hari banyak sekali tayangan anak mulai dari kartun, power ranger, lagu-lagu anak, serial TV anak, dan tak lupa yang tak boleh ketinggalan adalah Kotarou Minami a.k.a Kamen Rider Black atau Kesatria Baja Hitam. Saya tidak pernah absen untuk menonton Kesatria Baja Hitam kala itu, saya sukaaa dan nge-fans bangeeet sama pemainnya itu yang ternyata bernama Tetsuo Kurata. Orang ini juga terkenal banget di Jepang atas perannya sebagai Kamen Rider-Kotarou Minami. Kalau boleh jujur, dulu tuh sebenarnya saya naksir loh sama mas Kotarou Minami ini, hehee. Ya ampun parah ya, saat itu saya masih kecil loh, masih kelas 2 atau 3 SD tapi sudah naksir sama si Kesatria Baja Hitam itu, ckckck. Tidak tahu kenapa, setiap melihat penampilan mas Kotarou ini di TV koq kayaknya keren dan manis banget jadi makanya saya suka sama dia, hehe.

Ini gambar Kotarou Minami di Kamen Rider Black/Kesatria Baja Hitam

Kangen pengen lihat mas kotaoru minami lagi..

Keren deh mas nya!

Dulu Kamen Rider ini sempat ditayang ulang lagi loh pada tahun 2005 di Indosiar dan ketika itu saya telah duduk di bangku SMA kelas 2. haha. Sudah pasti saya langsung menonton serial ini lagi karena kebetulan Kotarou Minami yang dimainkan kala itu adalah mas Tetsuo Kurata juga. Kemarin ini saya sempat buka-buka blog orang dan Tetsuo Kurata ini walaupun sudah tidak muda lagi tapi tetap saja dia masih kece dan keren koq. Pokoknya dulu tayangan ini adalah satu serial favorit saya!

Tetsuo Kurata saat membintangi Kamen Rider Black

Tetsuo Kurata yang sekarang saat diwawancarai tahun 2006

(anda masih tetap ganteng koq pak hehe)

Rasa-rasanya dulu kebahagiaan kita sebagai anak kecil juga bertambah dengan adanya penyanyi cilik dan acara host nya yang begitu terkenal seperti Dunia Anak, Ci luk Baa, Bando Ya Ampun!, Tralala Trilili, Unyil dll. Beugh kalau sudah nonton itu dulu tuh paling malas kalau disuruh ibu untuk ngaji sore-sore karena sudah ketagihan nonton ini (tapi jangan ditiru ya karena akhirnya saya pun tetap pergi mengaji). Dulu tuh kalau tidak salah ketika saya kelas 4 atau 5 SD, sore-sore di RCTI ada drama mandarin yang judulnya “3 Dara Cantik” yang menceritakan tentang seorang ibu yang memiliki 3 anak perempuan yang semuanya cantik-cantik. Tapi si ibu ini memiliki masa lalu yang suram akan pria dimana dia dikecewakan oleh suaminya sendiri sehingga menimbulkan trauma mendalam di dalam dirinya. Trauma ibunya ini semakin berkembang dan berdampak pada anak-anaknya. Si ibu melarang anak-anaknya untuk berhubungan dengan pria manapun. Karena kekangan ibu yang sangat besar mengakibatkan semua anaknya menjadi berontak dan melakukan hubungan dengan pria tanpa sepengetahuan ibunya. Akan tetapi yang namanya sembunyi-sembunya kan pasti pada akhirnya akan ketahuan juga. Si ibu akhirnya mengetahui bahwa kesemua anaknya telah memiliki pacar. Tapi ada suatu momen dimana ibunya memaklumi dan memaafkan tindakan anak-anaknya. Drama mandarin ini bukan hanya menyentuh tapi juga tragis menurut saya. Karena harus dihadapkan pada kenyataan ibu yang memiliki pendirian keras sehingga menghalangi hubungan mereka. Pokoknya seingat saya ketiga anaknya ini memiliki kisah pedih dan pilu banget dan yang paling tragis itu kalau tidak salah adalah penderitaan anak yang pertama karena harus berakhir dengan bunuh diri (astagfirullah). Padahal disitu diceritakan si anak pertama sudah menikah dan memiliki suami tapi saya lupa apa yang membuat dia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Saya ingat sekali di bagian akhir ketika drama in selesai si suami tadi berteriak histeris kala mengetahui istrinya telah meninggal bunuh diri (ya ampun tragis banget ya). Saya tuh lupa kalau tidak salah ada salah satu dari 3 bersaudara itu yang menjadi gila juga kayaknya (ya ampun serem banget sih). Pokoknya ceritanya tuh sangat sedih dan tragis. Satu hal lagi yang saya ingat dari drama ini adalah opening scene sebelum dimulainnya drama itu memperlihatkan 3 orang gadis cantik dengan kepangan rambut yang sedang berjalan sepulang dari sekolah memakai seragam Cina khas jaman dulu yang atasannya berwarna biru dengan bawahan yang berwarna biru tua/biru dongker sambil memegang tas dan bercengkrama. Disitu terlihat kakak beradik itu sangat cantik dan bahagia tapi ternyata begitu saya menonton dramanya ternyata cerita yang disajikan sangat suram dan menguras emosi banget. ckckck Sayang kayaknya kalau kita cari di google atau you tube sekalipun, drama itu sudah tidak ada.

Selain itu drama ketika saya masih kecil yang masih saya ingat sampai sekarang itu adalah sebuah dorama Jepang yang saya baru menyadari itu judulnya kemarin lewat iseng-iseng googling siaran RCTI tahun 1996. Ternyata ketemu, judulnya itu “Kisah Pernikahan Tokyo”, kalau tidak salah menceritakan tentang suami istri (habis tinggal serumah gitu) yang memiliki impian masing-masing. Si istri pengin menjadi penulis sedangkan suaminya saya lupa. Dorama ini dibumbui dengan kisah romantis dan humor yang ditampilkan oleh si pemain tersebut. Jangan tanyakan siapa yang berperan dalam dorama itu karena jujur BLAS saya tidak tahu siapa yang main dalam dorama ini. Sama halnya dengan drama mandarin di atas, dorama Jepang ini sangat sulit dicari di google atau bahkan you tube. Saya suka menonton dorama ini (padahal kala itu saya masih SD tapi sudah menonton dorama ckck) karena ceritanya lucu dan segar. Dulu dorama ini disiarkan setiap hari minggu sore sebelum tayangan favorit saya yang lain yaitu Baywatch yang dibintangi oleh David Hasselhoff ditayangkan. Ingat sekali kala itu, saya selalu ditemani oleh ayah saya ketika menonton Baywatch. Selain ayah saya juga suka sama tayangan itu, hal ini dimaksudkan pula untuk menjaga saya yang kala itu masih kecil sehingga perlu dipantau menontonnya. Saya senang sekali melihat aksi heroik David Hasselhoff sebagai penjaga pantai ketika dia dan timnya menolong orang-orang yang ada di pantai. Oke, kembali lagi ke bahasan dorama Jepang “Kisah Pernikahan Tokyo”, dalam dorama itu saya sempat melihat telepon berwarna yang bentuknya unik sekali. Jaman dulu di Indonesia belum ada model telepon rumah yang bentuknya lucu kayak gitu jadi begitu saya lihat saya suka dengan bentuk teleponnya. Jujur, dulu alasan saya menyukai dorama ini karena saya dapat melihat barang-barang buatan Jepang dengan bentuk yang lucu-lucu yang dimiliki oleh pemainnya sehingga saya senang melihatnya (hehe alasan konyol). Kalau ada yang punya serial ini, saya minta ya..!

Belum lagi dengan dorama “Tokyo Love Story” yang fenomenal itu, stasiun televisi swasta kita diramaikan dengan kehadiran dorama Jepang lainnya yaitu “Rindu-rindu Aisawa”. Dorama ini pernah disiarkan oleh TPI. Dulu teman SD saya yang bernama Krisna sangat menyukai dorama ini sampai-sampai di sekolah dia sering sekali menceritakan tayangan ulang ceritanya kepada saya. Dorama ini menceritakan tentang gadis cilik kelas 6 SD yang bernama Suzu Aisawa yang berusaha mati-matian untuk membantu biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit parah di rumah sakit. Suzu ini memiliki ayah hanya saja sang ayah tidak bertanggung jawab dengan menelantarkan gadis malang ini. Alhasil semua kejadian yang di alami Suzu sangat pilu dan menyayat hati. Dia selalu dihadapkan pada posisi sulit dimana kesulitan itu pasti saja datang kepadanya. Sampai-sampai sang guru yang tadinya baik banget tiba-tiba berubah menjadi jahat di episode terakhir karena gila harta. Aneh banget kan!? Cerita ini berlanjut di “Rindu-rindu Aizawa 2” dimana Suza sudah masuk SMP di sini masalah yang datang lebih banyak dan kompleks lagi plus dibumbui kisah cinta Suzu dengan Harumi, cowok cool yang jago banget tinju. Pokoknya di sini masalah komplek banget dan selalu berdatangan baik itu untuk Suzu atau orang-orang yang ada di sekitarnya.

Penampakan untuk “Rindu-rindu Aizawa dengan Ryu -anjing yang selalu setia menemani Suzu bahkan sampai akhir hayatnya”

Tapi jujur, saya lebih menyukai “Rindu-rindu Aizawa 2” karena selain menghadirkan masalah yang lebih kompleks, aktor dan aktris yang bermain di dorama ini juga lebih banyak dengan karakter yang sudah mengalami perkembangan. Di sini Suzu yang dimainkan oleh Yumi Adachi juga terlihat lebih tenang dan dewasa dalam menghadapi masalahnya walaupun pada akhir cerita anjing kesayangan Suzu yang selalu menemai dan membantu Suzu harus mati karena ketabrak mobil ketika sedang membawa kotak darah untuk Suzu. Ada satu dialog menyentuh yang Suzu katakan ketika Ryu sudah sekarat: “Terima kasih Ryu, sampai saat ini kau selalu berada dipihakku “. Sedih juga mendengar dialog itu dengan keadaan Suzu yang selalu dicemooh, disiksa, dan dihina oleh siapapun. Tapi dengan setia Ryu selalu berada di pihak Suzu untuk terus membantunya dalam keadaan sesulit apapun. More tragic and painful story ya ckckck. Tapi terlepas dari itu dengan adanya dorama terlebih yang menjadi tokoh utamanya itu anak-anak cukup menghibur pemirsa yang ada di sini. Tapi ketika saya menonton ulang dorama ini ternyata adegan kekerasannya juga banyak ya, ya ampun kali-kali lebih hati-hati ajalah nontonnya. Sekian untuk review masa kecil kita yang Indah part 1. Nanti masih akan ada kelanjutannya dan ingin terus menulis tentang  keseharian kita dulu ketika masih kecil. Terima kasih.

Salam,

6 thoughts on “Masa Kecil yang Indah Part 1

  1. Pingback: Masa Kecil yang Indah Part 2 | futureputri

  2. Pingback: Masa Kecil yang Indah Part 3 | futureputri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s