Welcome BACK “Future PUTRI”

Aha! Akhirnya saya kembali lagi juga ke blog ini “Future PUTRI”. Saya baru sadar ternyata saya sudah menghabiskan waktu hampir 2 bulan untuk tidak mengurusi blog ini disebabkan urusan revisi skripsi dan wisuda serta beberapa hal lainnya. Alhamdulillah, memang sih urusan saya belum selesai sepenuhnya, hanya saja ada beberapa hal yang sudah terselesaikan. Pengerjaan revisi skripsi saya memang memakan waktu yang cukup lama dikarena satu hal, yaitu MALAS. Hahaha, alasan klasik dengan pelaku yang klasik juga! kidding! Saya itu pendadaran (ujian sidang skripsi) tanggal 19 Januari 2012 sementara revisi saya baru kelar sekitar pertengahan Maret kemarin.

Ya ampun saya menghabiskan waktu 2 bulan cuma buat revisi doang, ampun deh! Rasa malas memang telah membunuhku tapi sekarang saya ingin lebih mengatur diri saya lebih baik lagi yaitu dengan membunuh rasa malas yang ada di dalam diri saya. Aduh, kalau sampai rasa malas ini nempel terus di saya, gimana nanti jadinya Indonesia ya? Coba bayangkan apa yang akan terjadi bila semua rakyat Indonesia itu pemalas. Mau dibawa kemana negeri kita ini. Benar kata Aa Gym, it starts from ourselves, semua itu dimulai dari diri kita sendiri. Merubah diri sendiri apalagi yang sudah beubeul dengan sikap cuek dan acuh tak acuh, beugh, susaaahnya ampun-ampunan deuh na’udzubillah. Diri yang memulai perubahan maka dampaknya akan ke orang lain. Saya punya teman yang memang dia orangnya sangat on time dan terstruktur. Kita dulu pernah membuat suatu organisasi yang terbentuk dari suatu acara sebelumnya. Karena orang ini ontime jadi ketika rapat, dia menyuruh kita untuk datang  on time. Alhamdulillah saya datang on time tapi tidak dengan teman-teman yang lain. Mungkin mereka sudah terbiasa dengan kultur orang Indonesia yang seperti itu dan menganggap telat adalah hal yang biasa. Tapi tidak untuk teman saya itu, akhirnya dia menyindir semua teman yang terlambat datang. Intinya semua orang yang terlambat tadi akhirnya menyadari dan terbentuklah mindset dalam diri mereka termasuk saya untuk tidak terlambat. Menurut saya persepsi ini dapat terbentuk karena person dan lingkungan yang membentuk di dalamnya. Person yang di maksud di sini adalah teman saya yang on time tadi sedangkan lingkungan yang dimaksud adalah teman-teman yang sudah tidak terlambat lagi sehingga mampu memengaruhi teman-teman yang lain untuk tidak ngaret lagi. Suatu contoh/langkah yang bagus apalagi itu dilakukan oleh anak muda. Makanya ketika harus disimpulkan lagi saat ini saya ingin berkonsentrasi pada pengembangan dan peningkatan kualitas diri sehingga mampu menjadi lebih baik lagi. Saya ingin sekali melekatkan pemahaman di dalam diri saya yang menyatakan bahwa terlambat itu adalah suatu tindakan yang memalukan. Ini adalah suatu usaha pengembangan diri, saya harap saya dapat melakukannya dengan baik.

Lagi-lagi bicara seandainya, kalau rakyat Indonesia semuanya disiplin dan teratur bukanlah hal yang mustahil kita akan menjadi negera yang sama besar dan hebatnya seperti Korea. Mengapa saya ambil Korea sebagai contoh di sini? Karena jujur saya baru mendengar negara asal aktor tampan Song Seung-Hoon ini mampu memberikan pengaruh dan daya yang kuat untuk dikenal diseluruh dunia dalam tempo yang singkat. Oleh karena itulah Korea mampu menyebarkan “waves” nya di seluruh dunia yang dimulai dari boys/girlsband, budaya, bahasa, style, entertainment, musik, band/penyanyi, K-drama, film, bahkan sampai operasi plastik (Oops.). Sama halnya dengan Jepang, tekanan hidup di Korea cukup tinggi sehingga mengakibatkan banyak orang yang bunuh diri di sana. Tapi terlepas dari itu, saya terinspirasi sekali dengan sikap disiplin, profesional, dan tanggung jawab yang mereka punya terlebih untuk pekerjaan mereka. Mereka tidak segan-segan untuk memohon minta maaf bila mereka datang terlambat walaupun hal tersebut dilakukan oleh guru kepada murid-muridnya. Pandai memilah, menentukan, dan menempatkan hal yang baik adalah contoh manusia yang berkualitas. Kita bisa saja mendengar bahwa orang Jepang dan Korea banyak yang melakukan tindakan bunuh diri karena tekanan kehidupan yang sangat menyiksa di sana, akan tetapi kita di sini punya agama yang kuat dan kental sehingga insyaAllah akan terhindar dari hal buruk seperti itu. Agama kita juga sebenarnya menyuruh kita untuk melakukan tindakan-tindakan hebat seperti yang dilakukan oleh orang Korea seperti tepat waktu, disiplin, tanggung jawab, rapih, bersih, taat pada peraturan, tertib dsb. Hal-hal baik tersebut kalau diimplementasikan di sini tentu akan membuat Indonesia menjadi semakin baik dan terhormat di mata dunia. Pemimpin adalah panutan dan contoh bagi rakyat, seharusnya mereka mendukung rakyatnya untuk bisa menjadi lebih baik lagi dengan membetulkan sistem yang salah dan bobrok di Indonesia.

Sepertinya tulisan saya ini mengalami pengembangan topik yang cukup luas dari hal yang saya perbincangkan sebelumnya di atas. Tapi tak apalah setidaknya, di sini saya menulis dan mengutarakan hal-hal dan ide yang saya punya. Yap betul, dimulai dari diri sendiri kemudian berkembang di suatu komunitas untuk kemudian berkembang menjadi lebih besar lagi sehingga terbentuklah negara yang besar itu yang kita idamkan tanpa menghilangkan jati diri dan budaya kita sebagai orang Indonesia. Saling mengingatkan itu penting koq, saya di sini juga masih belajar dan ingin menjadi lebih baik lagi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Mari kita berubah bersama untuk Indonesia yang lebih baik!

*Aku punya blog lainnya nih: puteliz.blog.com

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s