Well-planned sunday morning :-)

“mencintaimu adalah bahagia & sedih;
bahagia karna memilikimu dalam kalbu;
sedih karena kita sering berpisah”
― W. S. Rendra

Hari minggu (260212), saya dan teman2 kos (ima, ayu, fany, dan ardha) berencana buat jalan-jalan santai ke sunday morning di UGM. Sunday morning adalah pasar kaget yang biasa muncul setiap hari minggu pagi di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada. Hanya saja peraturan Rektor UGM itu mengharuskan kalau setiap hari minggu terakhir, sanmor (baca: singkatan sunday morning) itu letaknya agak menjauh dari UGM dan dekat dengan UNY (baca: Universitas Negeri Yogyakarta).

Di sana menjajakan aneka makanan, minuman, pakaian, celana, jilbab, asesoris pria dan wanita, perlengkapan kos dan rumah tangga, mainan, buku/peralatan sekolah, jajanan pasar, dan masih banyak lagi. Saya paling suka ke sini cuma buat jajan makanan doang karena saya memang doyan banget njajan, haha. Setibanya di sana yang memang kala itu sudah hampir siang dan terik pula, kami melihat-lihat barang dan jajanan yang dijajakan di sana. Jujur saya, kala itu saya memang naksir dengan beberapa barang di sana. Di sana ada kardigan hijau pastel dan rok panjang ungu tua yang menurut saya manis “tapi harganya enggak!” (wah, jujur banget saya!). Kardigan dan roknya lucu dan beda pula modelnya, makanya menurut saya itu lucu. Kedua barang tersebut dibandrol sekitar Rp. 135.000,00  untuk kardigan dan Rp. 100.000,00 untuk rok panjang. Harga kardigannya memang sangat tidak masuk akal, gilleeee aja, kalau kata Nihon-jin (baca: orang jepang) pasti bakal bilang “Ah, sore wa hontoo ni takai ne” (baca: itu mahal sekali). Akhirnya salah satu teman saya (ima dan ardha) membeli ninja/daleman buat kerudung di tempat yang jual kardigan tersebut. Sementara saya cuma dapat tangan kosong doang a.k.a enggak beli apa-apa, hehee.

Setelah kira2 3 jam muter2 sanmor dan saya gak beli apa2 (tapi teman saya fany dia beli bros), mata saya tertuju pada sesosok barang, karena saya memang memerlukan barang tersebut. Dia adalah CD (baca: celana dalam), hehe. Akhirnya saya membeli yang retengan 3 buah Rp.10.000,00 lumayanlah murah meriah, lagi juga saya butuh, hehe. Sebenarnya tujuan saya ke sanmor ini adalah untuk membeli jamur goreng/wendhis. Jamur ini enak banget, tapi saya mendapatkan jamur ini juga pas perjalanan pulang ke kos koq. Saya beli 2 bungkus dan habis *itupun masih kurang (saya makan banyak, hehe)*. Setelah menghabiskan waktu yang lumayang lama di sanmor tanpa terasa kami kelaparan. Sebenarnya makanan berat yang dijual di sanmor itu gak terlalu recommended karena memang rasanya biasa dan luar biasa. Di sana kami akhirnya makan soto (lupa nama sotonya). Saya, ardha, fany, dan ayu memesan soto ayam, sedangkan ima mesan bubur ayam. Kesemua makanan itu gak jelas banget rasanya. Es tehnya apalagi, saya bergumam dalam hati “ini mah bukan es teh manis, tapi es teh dong”. Karena memang tampilannya saja yang seperti es teh manis tapi rasanya enggak ada manis-manisnya sama sekali. Kami semua menyimpulkan bahwa makanan dan minuman ini sangat mengecewakan.

Selepas dari itu akhirnya kami semua memutuskan untuk segera pulang ke kos karena kondisi di sana yang sudah hampir siang dan matahari yg semakin mengganas mengeluarkan panasnya (baca: lebay). Tanpa terasa di sana kami menghabiskan waktu hampir 4-5 jam. Wedeeeh, bisa-bisa klengeeer deh. Habis dari sana mampir beli jus dulu di Pak Lebah yang lokasinya dekat dengan komplek swakarya caturtunggal, sleman. Bapak dan Ibu penjual jusnya juga ramah. Tempat ini sangat familiar bagi mahasiswa UGM, terlebih yang ngekos di daerah swakarya. Dulu pas jaman2nya saya masih maba (baca: mahasiswa baru), harga jus di sini itu Rp. 1500,00 itu pun bisa dicampur. Dulu biasanya saya campur 3 sekaligus buah-buahnya, hahaha gokil! Tapi kemarin pas saya beli jus itu harganya udah jauh naik jadi Rp 3500,00 tapi tetep masih bisa campur2 buahnya koq. Kebanyakan teman2 saya sih kurang begitu suka dengan jus Pak Lebah ini karena alasan kebersihan. Nama Pak Lebah sendiri setahu saya diciptakan oleh pembeli langganan yang suka beli jus di sana karena ketika bapak penjualnya sedang menjajakan jusnya itu banyak sekali lebah-lebah yang menemaninya, makanya disebut sebagai Pak Lebah.

Setelah mendapatkan jus yang kami inginkan, akhirnya kami kembali ke kos, istirahat kemudian molooooooooooooooooooooooooooooooooooooorrrrrr! ~~capeeek banget cyiiin..

Udah dulu ya cyiiin, brow, and sista segini dulu, nanti eyke lanjut lagi deh kisah2 seru eyke lainnya plus poto2 seru eyke dan temen2 pas di sanmor kemarin. (kenapa gw jadi alay rempong gini ngomongnya?)

Sanmor bareng temen2 kos

Makan di tempat yang rasanya gak beres banget

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s