Sepertinya Ini Modus Kejahatan Baru

Tadi sore tepat sebelum maghrib, saya dan teman saya pergi untuk mencari jilbab di sekitaran kampus. Setelah mencari jilbab selesai, teman saya langsung memberhentikan motornya di salah satu pusat perbelanjaan di dekat situ, lebih tepatnya di daerah Gejayan, Jogjakarta. Ketika saya sedang melihat-lihat barang di sana, tiba-tiba ada seorang pria melihat ke arah saya sembari menanyakan “Permisi mbak, mbak orang Jogja bukan?” Karena saya memang bukan orang Jogja, lantas saya mengatakan tidak. Kemudian orang tersebut menanyakan perihal alamat di sekitaran Jogjakarta, yaitu Museum Arkeologi yang berlokasi di Jalan Diponegoro. Setahu saya (semoga saya benar) di Jalan Diponegoro itu tidak ada museum karena kebanyakan di sana hanya pasar saja. Terdapat beberapa keanehan yang tersirat dari gerak-gerik orang tersebut. Sebenarnya secara fisik, orang tersebut tidak terlihat aneh, lebih detailnya dia itu tinggi, badan berisi, bersih, berpakaian layaknya esmod (eksekutif muda) soalnya saya lihat dia berpakaian sangat rapi memakai sepatu fantopel dan BB-an pula lagi! *maksudnya Blackberry-an gitu*. Dia bilang kalau dia itu dari Jambi dan ketika tiba di Bandara Adi Sucipto Jogja dia diturunin sama taksi di tempat perbelanjaan tersebut bukan di jalan yang dia maksud sebelumnya. Kalaupun dia memang dari Jambi dan naik pesawat, akan tetapi saat itu saya sama sekali tidak melihat dia membawa tas. Itu satu dari seribu keanehan yang terlihat dari dia. Memang udah dasarnya parno kali ya jadi ketika dia menanyakan hal2 kepada saya, saya tidak berani melihat mata dia. Bukan su’udzon atau apa tp hanya takut kalau2 akan hipnotis. Setelah itu saya menyarankan kepada dia, kalau keadaan seperti ini akan lebih baik kalau dia bertanya kepada satpam atau petugas di sana karena sebenarnya merekalah yang lebih tahu dibandingkan saya. Akan tetapi orang tersebut tetap keukeuh untuk meminta bantuan saya dengan alasan petugas atau security di sana kurang menghargai dia karena dia tidak bisa berbahasa jawa. Inilah yang membuat saya semakin curiga karena ini merupakan alasan yang kurang logis. Bagaimanapun jg ini adalah negara Indonesia dan Jogjakarta adalah bagian dari negara Indonesia, jadi tidak mungkinlah orang yang tidak bisa berbahasa daerah tertentu maka dia akan tidak dihargai di daerah tersebut. Ini tentu sangat tidak masuk akal dan selama percakapan ini berlangsung ada kesan dimana dia terlihat seperti ‘memaksa’ saya padahal logika bila dia bertanya ke security yang notabene lebih mengerti dan tahu itu akan selesai urusan. Kemudian dia meminta saya untuk bertanya kepada teman saya dengan alasan teman saya bisa bahasa jawa. Aneh memang, ketika saya menghampiri teman saya, orang itu tetap saja menunjukkan gelagat yang aneh. Tiba-tiba saja datanglah seorang pria setengah baya yang menghampiri kami dan seolah-olah terlihat menanyakan keadaan orang tersebut. Saya tidak tahu maksud dari bapak paruh baya ini seperti apa hanya saja bapak ini tiba-tiba menanyakan detail asal saya dan teman saya pula. Keadaan ini sama halnya seperti orang yang sedang berkenalan. Saya memang menutupi identitas saya dengan mengatakan kepada dia kalau saya berasal dari Bekasi. Ini sangatlah aneh, kondisi saat itu sudah memasuki maghrib, akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk segera pergi meninggalkan dua orang pria tersebut. Kami bilang “Maaf Pak sebelumnya, kami sedang buru-buru jadi maaf, kami harus pergi”. Sesaat setelah kami meninggalkan tempat perbelanjaan tersebut, terlihat dari kejauhan dua orang pria tersebut seperti kebingungan clingak-clinguk kanan kiri seperti orang kebingungan karena kelihangan target acuan mereka. Perlu untuk disimpulkan bahwa dua orang pria yang baru saja saya dan teman saya temui adalah komplotan atau orang yang memang bekerja sama untuk melancarkan aksi mereka. Ini sangat perlu untuk diwaspadai agar kita semua terhindar dari niat jahat orang-0rang yang tidak bertanggung jawab. Semoga kita semua terhindar dari segala tindak kejahatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Semoga pengalaman ini dapat bermanfaat dan menjadi bukti kepada kita agar lebih berhati-hati terhadap sekitar.

 

Salam,

3 thoughts on “Sepertinya Ini Modus Kejahatan Baru

  1. Info terbaru!! Saya sudah tanyakan mengenai perihal ini kepada dua orang teman saya yang mengetahui betul mengenai museum-museum arkeologi di Jogja dan mereka mengatakan bahwa memang di jalan diponegoro itu tidak ada museum arkeologi sama sekali! Museum arkeologi yang benar dimaksud itu berada di Museum Sonobudoyo dekat Alun-alun Jogja. Mungkin ini merupakan modus baru yang mereka lancarkan guna mendapatkan target sasaran kejahatan mereka. Kepada orang-orang bukan maksud saya untuk berprasangka buruk, hanya saja akan lebih baik bila kita lebih meningkatkan kewaspadaan selalu. Semoga kita selalu dilindungi dan dijauhkan dari segala niat buruk orang-orang jahat, Amin.

    Salam,

  2. tindakan cerdas kamu ga menggubrisnya lebih lanjut put. nice share, bisa jadi bahan untuk meningkatkan kewaspadaan kita bersama🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s